HALO BATANG – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Batang, akan memasang paving berbahan fly ash dan bottom ash (FABA), di Sidawung Koffie, Desa Tombo, Kabupaten Batang.
FABA yang merupakan limbah sisa pembakaran atau pengolahan batu bara dan berbentuk seperti abu vulkanik halus ini, diambil dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang.
Peletakan batu pertama dilakasanakan di lokasi tersebut baru-baru ini, oleh manajemen BPI, Pemerintah Desa Tombo, Pemkab Batang, dan Cabang Dinas Kehutanan IV Pekalongan.
Pemerintah Kabupaten Batang, dalam keterangan melalui batangkab.go.id, Rabu (28/5/2025) menyebutkan, paving yang dipasang berjumlah lebih kurang 8.000 unit, di area seluas 175 meter persegi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Kolaborasi Desa Peduli Daerah Aliran Sungai Lestari (DAS Lestari), yang bertujuan mencegah kerusakan hutan dan mendukung perekonomian masyarakat.
Gerakan Kolaborasi Desa Peduli ini telah dimulai pada 2023, bersama-sama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kehutanan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan ini juga secara aktif melibatkan masyarakat dan pihak terkait lainnya, dalam kegiatan rehabilitasi lahan, melalui penanaman multi purpose tree species (MPTS), atau pohon yang memiliki berbagai manfaat atau fungsi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Selain itu juga eksplorasi dan pembibitan tumbuhan hutan; peningkatan ekonomi, sosial, budaya; serta penyuluhan masyarakat di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Dalam kegiatan eksplorasi dan pembibitan tanaman hutan bersama masyarakat, akan dilakukan penanaman kembali hutan yang mulai kritis, sehingga dapat menjaga fungsi konservasinya.
CSR and Community Relation Manager BPI, Ahmad Lukman menyampaikan, terima kasih kepada Pemerintah Desa Tombo, Pemerintah Kabupaten Batang dan Cabang Dinas Kehutanan IV Pekalongan atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama ini.
“Kami berupaya untuk mewujudkan peningkatan ekonomi, sosial dan budaya di Desa Tombo dan menjadi showcase pemanfaatan FABA untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Paving berbahan FABA yang akan dipasang di Sidawung Koffie, diharapkan meningkatkan kenyamanan para pelanggan yang ingin menikmati secangkir kopi dan teh lokal kebanggaan Batang serta menikmati keindahan alam yang ada di Desa Tombo.
“Paving yang dipasang merupakan hasil kerja sama antara BPI dan Pemerintah Kabupaten Batang, melalui Perumda Aneka Usaha,” ungkapnya.
Selama beberapa waktu ini, Perumda Aneka Usaha telah melakukan penelitian untuk memanfaatkan FABA, sebagai substitusi bahan baku dalam pembuatan paving yang telah memenuhi standar.
“Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program kerjasama ini. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan lingkungan,” terangnya.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Batang, Ila Dhiama Warni menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam mengendalikan potensi kerusakan lingkungan.
Paving yang terbuat dari FABA yang merupakan limbah Non B3 ini merupakan green material yang dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.
“Kami sangat mendukung program ini dan berharap program-program lainnya untuk pengolahan sampah dan program lingkungan yang berkelanjutan dapat dilaksanakan bersama-sama,” tuturnya.
Cabang Dinas Kehutanan IV Pekalongan Gunawan, juga menyampaikan, apresiasi atas program ini. BPI secara konsisten mengimplementasikan program DAS Lestari dan program lingkungan lainnya.
Kepala Desa Tombo Mustajab menyampaikan, apresiasi atas dukungan BPI dalam program ini, dan harapannya Desa Tombo menjadi Desa Wisata dengan konsep Eko-Agrowisata dan menjadi Kampung Proklim.
“Melalui Program CSR Bhimasena Lentera Infrastruktur, BPI telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat di Batang,” kata dia. (HS-08)