HALO PURBALINGGA – Kebutuhan manusia akan nutrisi vitamin dan mineral yang bersumber dari buah-buahan, penting untuk dicukupi agar tetap dapat hidup secara sehat.
Namun juga tak disarankan menyimpan buah-buahan segar dalam waktu lama, karena lambat laun pasti akan membusuk.
Sifat buah yang tak dapat lama disimpan ini, yang juga mengilhami Pujiarto (33), warga RT 01 RW 08, Desa Selakambang, Kecamatan Kaligondang, untuk mengolah menjadi keripik.
Sejak 2020, dia telah memproduksi keripik dari aneka buah, yang kemudian diberi merk “Mboke Inyong”.
Terdapat empat buah yang biasa dia gunakan sebagai bahan baku, yakni pisang, salak, nanas, dan nangka.
“Bahan baku buah juga mudah di dapat di sekitar sini,” kata dia, Minggu (4/6/2023), seperti dirilis purbalinggakab.go.id.
Lanjut Pujiarto, saat ini dirinya bisa memproduksi 2 kwintal bahan baku untuk semua jenis buah per hari yang menghasilkan 300 bungkus ukuran 50 gram.
Harga jual per bungkusnya Rp 12.000 dan dipasarkan dengan bantuan Dinkopukm Purbalingga, melalui Tuka-tuku, toko-toko retail, ambil oleh-oleh di Kota Tegal, dan reseller di Medan, Lampung, Jambi, Palembang, Sukabumi, Jabodetabek.
Selain itu, dia juga memasarkan melalui tokopedia, Mbokeinyong#keripikbuah dengan harapan upaya semakin maju dan berkembang.
Pujiarto pun berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinkopukm yang telah membantu pemasaran dan berbagai pelatihan.
“Sangat terbantu dalam fasilitas pemasaran produk melalui Tuka-tuku Purbalingga, Alfamart, Indomart, dan fasilitas pelatihan UMKM,” pungkasnya. (HS-08)