HALO KENDAL – Beberapa anggota DPRD Kabupaten Kendal dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kendal mendapatkan teror permintaan THR (Tunjangan Hari Raya) dari orang yang mengaku polisi berdinas di Polda Jawa Tengah.
Termasuk Ketua DPRD Kabupaten Kendal juga mendapatkan pesan dan telepon dari orang yang mengaku berpangkat Kombes tersebut, yang pada intinya meminta jatah uang THR.
Kejadian tersebut dialami para anggota dewan dan kepala OPD pada Selasa malam (19/4) hingga Rabu dinihari (20/4). Seperti yang diperlihatkan Anggota DPRD Kendal, Musta’in. Dirinya memperlihatkan pesan singkat dan telepon dari seseorang, yang mengaku bernama Gatot dan bertugas di Polda Jateng dengan pangkat Kombes.
“Ini panjang sekali percakapannya, ya mengaku tugas di Polda Jateng berpangkat Kombes. Tapi kok ujungnya meminta uang THR sebesar satu juta rupiah. Untung tidak saya tanggepi,” ujarnya, Rabu (20/4/2022).
Orang yang mengaku bernama Gatot tersebut ternyata juga mengirim pesan singkat dan telepon via whatsapp kepada sebagian Kepala OPD dan Anggota DPRD lainnya, yang intinya meminta sumbangan THR dalam bentuk sejumlah uang.
Ketua DPRD Kabupaten Kendal Muhammad Makmun mengatakan, ada beberapa anggota dewan yang dikirimi pesan whatsapp dan ditelpon, intinya dimintai uang.
“Pelaku mintanya variatif. Ada yang diminta satu juta, ada yang dua juta, bahkan ada yang dimintai lima ratus ribu. Saya juga dapat teror tersebut,” ungkap Makmun.
Hal senada diungkapkan Dico M Ganinduto, usai acara rapat paripurna dengan DPRD Kendal, ia mengaku dapat laporan dari Forkopimda dan Kepala OPD adanya teror “meminta THR” yang dilakukan oleh orang yang mengaku dinas di Polda Jateng.
“Memang ada laporan dari temen-temen terkait teror THR, ini nggak bisa dibuat main-main, karena sudah meneror anggota dewan dan para perangkat daerah yang mendapatkan pesan dan juga telepon, yang ujung-ujungnya penipuan,” tandas Dico.
Bupati mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kendal, untuk selalu waspada dan jangan mudah percaya, apalagi sampai meladeni adanya teror seperti ini.
“Ya kalau saya sih ada nomor yang tidak saya kenal atau nomor asing tidak saya balas atau tidak saya angkat saat dia telepon. Intinya untuk waspada saja,” imbuh Dico. (HS-06)