HALO SPORT – Jorge Martin, pembalap tim Prima Pramac Racing Ducati, kian mengancam posisi puncak klasemen yang saat ini diduduki Francesco ’’Pecco’’ Bagnaia.
Martin sukses memenangi MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (1/10/2023).
Hasil ini membuat Martinator, julukan Martin, kini hanya tertinggal tiga poin di belakang Pecco.
Pecco mengumpulkan 319 angka, sedangkan Jorge 316.
Tempat ketiga diisi Marco Bezzecchi (tim Mooney VR46 Ducati) yang mengemas 265 poin.
Balapan dihentikan tepat setelah melewati syarat 50 persen jarak (13 dari 24 lap) sehingga poin yang diberikan tetap utuh.
Di Motegi, Bagnaia finis kedua, disusul Marc Marquez (Repsol Honda), Bezzecchi, Aleix Espargaro (Aprilia Racing), dan Jack Miller (Red Bull KTM).
Masih ada sisa enam Grand Prix (GP) lagi dengan dua kali balapan di setiap seri, yakni lomba sprint dan race utama yang menyuguhkan poin maksimal 37.
Meski hanya finis kedua di Motegi, Pecco tetap bersyukur bisa menuntaskan balapan tanpa insiden.
’’Ini juga menjadi hasil runner-up yang terbaik karena saya sangat buruk di lintasan basah,’’ tutur Pecco seperti dilansir dari Crash.
Ditanya tentang ancaman dari Martin yang bisa menendangnya dari puncak klasemen, Bagnaia menanggapinya dengan tenang.
’’Saya siap berjuang keras pada sisa balapan musim ini. Saya pikir menjelang akhir musim balapan ini akan semakin menarik,’’ tegas mantan anak didik Valentino Rossi ini.
Lomba selanjutnya adalah GP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 13-15 Oktober mendatang.
Sementara itu, Fabio Quartararo mengaku sudah mengerahkan segalanya, tapi hasilnya masih jauh hari harapan dan cuma finis di urutan ke-10.
’’Kami hanya menggunakan sepeda motor yang sama, sedangkan tim lain menggunakan ban baru atau mengeluarkan hal berbeda untuk sepeda motornya,’’ kata pembalap tim Monster Energy Yamaha ini.
El Diablo (Si Iblis), julukan Quartararo, sekali lagi mengkritik kebijakan timnya.
Pembalap berkebangsaan Prancis itu juga kesusahan membelok.
’’Kami tak bisa membelok dengan arah yang dikehendaki,’’ tutur El Diablo.
Juara dunia MotoGP 2021 ini memang kesulitan bersaing di barisan depan.
Itu dibuktikan dengan kegagalan Yamaha menembus podium utama.
Pada musim ini baru tim satelit LCR Honda yang mampu mencuri satu kemenangan dari skuad Ducati. (HS-06)