HALO SEMARANG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya menggunakan metoda scientific crime investigation, untuk mengusut kemastian diplomat muda Kementerian Luar Negeri RI Arya Daru Pangayunan (39) yang masih diselidiki.
Ia memastikan pihaknya masih terus mendalami dan menunggu hasil dari laboratorium forensik.
“Masih dilakukan pendalaman, menunggu hasil-hasil dari laboratorium forensik, penelitian dilakukan secara mendalam,” kata Kapolri, Kamis (12/7/2025), seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.
Kapolri memastikan polisi bekerja secara mendalam, termasuk dalam proses penyelidikan yang menggunakan metode scientific crime investigation.
“Supaya kemudian nanti pada saat diputuskan merupakan kesimpulan berdasarkan scientific crime investigation,” tuturnya.
Jenderal Sigit juga memastikan jajaran Polda Metro Jaya tengah bekerja keras terkait kasus itu.
Kapolri meminta dukungan masyarakat sembari menunggu hasil penyelidikan segera keluar.
“Saya kira anak buah saat ini, khususnya Polda Metro sedang bekerja keras dan mudah-mudahan hasilnya bisa segera keluar,” tuturnya.
Sebagai informasi, Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas pada 8 Juli sekitar pukul 07.40 WIB, dalam kondisi kepala terlilit lakban.
Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, di antaranya pemilik kos, penjaga kos, dan dari pihak saudara korban.
Berdasarkan proses penyelidikan yang ada, kepolisian telah mengungkap bahwa sejauh ini pada jasad Arya belum ditemukan tanda kekerasan.
Adapun, pada lakban yang menutupi wajah jenazah hanya ditemukan sidik jari Arya. (HS-08)