in

Polres Boyolali Musnahkan Ratusan Knalpot Brong dan Ribuan Liter Miras

Pemusnaan knalpot barong dan miras di Mapolres Boyolali, belum lama ini. (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Satlantas Polres Boyolali, belum lama ini memusnahkan 561 knalpot brong, hasil sitaan sejak Januari hingga Juni 2023.

Wakapolres Boyolali, Kompol Aldino Agus Anggoro, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, mengatakan pemusnahan knalpot brong dilakukan dengan cara digergaji menjadi dua bagian.

“Untuk knalpot brong berjumlah 561 buah, ini merupakan kegiatan kepolisian rutin yang ditingkatkan selama Januari sampai Juni kemarin,” ujarnya .

Aldino mengatakan kebisingan yang dihasilkan dari knalpot brong tidak sesuai dengan standar nasional dan juga rawan mengganggu ketertiban umum.

“Rata-rata yang diamankan knalpot brong dari kalangan usia produktif,” jelasnya.

KBO Satlantas Polres Boyolali, Iptu Widarto, menambahkan bagi kendaraan yang memakai knalpot brong yang terjaring razia akan disita ke Mako Satlantas Polres Boyolali.

Untuk pengambilan kendaraan yang disita, pengendara harus datang ke Mako Satlantas Polres Boyolali sambil membawa knalpot standar, kemudian mengisi surat pernyataan untuk tidak mengulangi.

Sementara itu, selain memusnahkan knalpot brong, Polres Boyolali juga memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merek.

Barang haram tersebut merupakan hasil sitaan dari satu lokasi yaitu di Mojolegi, Teras, Boyolali yang diamankan petugas pada Rabu (14/6/2023).

Pemusnahan miras dilakukan dengan cara memecahkan botol kaca ke dalam drum. Sedangkan untuk botol plastik langsung dituang ke dalam drum.

Penjual miras telah ditetapkan sebagai tersangka yang kemudian dijerat dengan pasal tipiring yaitu menyimpan atau memiliki dan menjual minuman keras atau beralkohol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat 2 junto Pasal 46 ayat 1 huruf g serta Peraturan Daerah (Perda) Boyolali Nomor 5 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.(HS-08)

KORMI Pati Ikuti Fornas di Bandung

Disdagkop dan UKM Kendal Bantah Lelang Pembangunan Pasar Weleri Tiga Kali Gagal