in

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Motor di Semarang, Pelaku Menjalankan Aksi Pakai Daster

Pelaku pencurian motor memakai daster diamankan di Polrestabes Semarang, Senin (13/5/2024).

HALO SEMARANG – Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor di depan hotel Sonic Airport-Semarang, Jalan WR Supratman, Kalibanteng Kidul, Semarang Barat, Kota Semarang.

Dalam melakukan aksinya, pelaku memakai daster untuk menutupi beberapa ciri-cirinya seperti tato di tubuhnya. Pencurian dengan maling berkostum unik ini dilakukan pada Kamis (18/4/2024) sekira pukul 03.30 WIB.

Tersangka kemudian berhasil dibekuk selang tiga pekan kemudian, persisnya pada Kamis (9/5/2024) sekira pukul 01.00 WIB di wilayah Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

“Tersangka mencuri pakai daster warna putih supaya terkesan pencurinya merupakan perempuan,” ucap Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, Senin (13/5/2024).

Menurutnya, tersangka mudah mencuri motor karena pemiliknya lalai, kunci motor disimpan di dashboard. Oleh karena itu ia meminta agar masyarakat tidak menaruh kunci motor sembarangan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polrestabes Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Tersangka dikenakan Pasal dikenakan 362 ancaman hukuman 5 tahun,” ucap Irwan.

Sementara itu, di hadapan polisi dan awak media, tersangka beralasan mencuri motor karena ada kesempatan. Ia melihat kunci motor Vario hitam pelat AD-5776-BED masih menempel di dashboard. Motor itu milik Aditya Fahreza yang tak lain adalah karyawan hotel tersebut.

“Waktu itu saya parkir di samping Vario mau pesen cewek di Michat. Lalu lihat motor ada kuncinya timbul niat untuk mencuri,” bebernya.

Ia pun kemudian mengurungkan rencananya untuk masuk hotel. Ia lantas pergi ke rumah neneknya yang tak jauh dari hotel.

Setiba di rumah nenek, ia ambil daster warna putih yang sedang dijemur. Ia kembali pergi ke hotel dengan naik motor. Sebelum tiba di hotel, motornya dititipkan di rumah makan sekira 150 meter jaraknya dari hotel.

“Saya mencuri pakai daster untuk mengalihkan perhatian saja sama untuk menutupi tato,” jelasnya.

Menurut tersangka, motor curian itu hanya digunakan pribadi tidak untuk dijual. Selang beberapa hari kemudian, motor hasil curiannya dibawa kabur ke Bandung, Jawa Barat.

“Motor sempat saya simpan di rumah Ngaliyan,” imbuh residivis kasus pencurian ini.(HS)

Dapat Masukan Terkait Tanaman Penghias Kota, Ini Tanggapan DLH Kendal

Sekda Jateng Minta TPAKD Perluas Akses Keuangan Untuk Masyarakat