in

Polisi Bina Puluhan Pelajar yang Terlibat Tawuran di Trafic Light ADA Setiabudi Semarang

Puluhan pelajar yang terlibat tawuran dibina di Mapolsek Banyumanik Kota Semarang, Sabtu (18/2/2023).

HALO SEMARANG – Polsek Banyumanik mengamankan puluhan pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Setiabudi Kota Semarang atau tepatnya di trafic light ADA Setiabudi, Kecamatan Banyumanik pada Jumat (17/2/2023) sekira pukul 23.45 WIB.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Ali Santoso mengatakan, ada 60 orang yang diamankan oleh kepolisian. Rincinannya 50 pelajar SMK Yodyakarya Magelang, 6 pelajar dan satu alumni dari SMKN 10 Semarang.

“Tiga orang lainnya yang diamankan adalah saksi saat kejadian,” ujarnya saat ditemui di Mapolsek Banyumanik, Sabtu (18/2/2023).

Dirinya menjelaskan, para pelajar ini diamankan untuk mendapatkan pembinaan. Dirinya berharap kejadian ini merupakan kejadian terakhir yang dilakukan oleh para pelajar tersebut.

“Saya minta kepada para pelajar tersebut untuk melakukan hal-hal yang positif. Alangkah baiknya para pelajar juga mematuhi peraturan sekolah dan nasihat guru,” katanya.

Dirinya menyebut para pelajar ini dibawa ke Polsek Banyumanik juga untuk diamankan. Hal itu karena pihaknya khawatir dengan keselamatan dan keamanan para pelajar.

“Kami takutkan kalau para pelajar itu menjadi amukan warga sekitar yang tidak terima tempat tinggalnya dijadikan tempat untuk tawuran,” terangnya.

Saat ini para pelajar telah dikembalikan ke tempat asalnya. Akan tetapi dirinya memberikan syarat yaitu untuk selalu bersikap kooperatif ketika pihaknya memerlukan informasi terkait penyelidikan kejadian tersebut.

“Tadi dari orangtua salah satu pelajar menjemput dengan menggunakan truk. Kemudian dari pihak sekolah juga datang kesini untuk melakukan koordinasi. Para pelajar juga kami minta untuk menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi aksi tersebut lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, akibat tawuran ini, dua orang mengalami luka-luka. Saat ini kedua korban sedang mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Banyumanik.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, tawuran itu dilakukan oleh pelajar SMKN 10 Semarang dan SMK Yodyakarya Magelang dengan SMKN 5 Semarang. Peristiwa terjadi usai puluhan pelajar SMK Yodyakarya pulang silaturahmi dengan SMKN 10 Semarang.

Namun ketika tiba di lokasi kejadian, pelajar itu diserang oleh pelajar SMKN 5 Semarang.

“Setelah menerima informasi itu, petugas langsung turun melakukan pemeriksaan di lokasi dan mengamankan para pelajar. 50 orang pelajar dari SMK Yodyakarya Magelang, 6 pelajar dan satu alumni dari SMKN 10 Semarang,” imbuhnya. (HS-06)

Komnas HAM Kedepankan Upaya Damai Dalam Pembebasan Pilot Susi Air

Fakultas Hukum USM Tambah Doktor