in

Komnas HAM Kedepankan Upaya Damai Dalam Pembebasan Pilot Susi Air

Pilot Susi Air, Phillip Marc Mertens bersama kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua pimpinan Egianus Kogoya yang menyanderanya. (Foto : twitter Jefry Wenda)

 

HALO SEMARANG – Komnas HAM perwakilan Papua, mengungkapkan keyakinannya bahwa TNI dan Polri akan mengedepankan upaya damai, dalam membebaskan Pilot Susi Air berkewarganegaraan Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Ketua Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan bahwa pembebasan Philip Mark Mehrtens yang disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya di Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, memang membutuhkan waktu untuk bernegosiasi.

“Komnas HAM terus juga memberikan perhatian untuk kasus tersebut,” kata Ramandey, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.

Menurutnya, kini Distrik Paro yang hanya memiliki empat kampung, diperkirakan sudah tidak ditempati masyarakat karena kebanyakan telah mengungsi ke Kenyam.

Komnas HAM menilai upaya pembebasan pilot Susi Air tersebut tidak harus terburu-buru dengan mengedepankan upaya negosiasi.

Ia mengatakan negosiasi sedang berlangsung yang melibatkan pihak pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Nduga.

Sebelumnya, Atase Kepolisian Selandia Baru untuk Indonesia, yang diwakili Paul Borrel, menyatakan mendukung penuh upaya TNI-Polri, dalam penyelamatan pilot Phillip Marc Mertens, yang disandera  Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes. Pol. Donny Charles Go menjelaskan, mereka juga mengapresiasi segala upaya yang telah dilakukan hingga hari ini. Mereka berharap, Phillip bisa tetap diselamatkan.

“Pihak Selandia Baru mengapresiasi langkah yang sudah diambil dan memberikan kepercayaan kepada TNI-Polri dalam menyelamatkan pilot berkebangsaan Selandia Baru dengan selamat,” kata dia.

Menurutnya, Atase Kepolisian Selandia Baru, juga sudah bertemu Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri dan PJU Ops Damai Cartenz untuk berkoordinasi.

“Pertemuannya memang tertutup dan rahasia, namun dipastikan mereka telah dijelaskan mengenai strategi-strategi kami di lapangan,” ungkapnya. (HS-08)

BPBD Cilacap Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Polisi Bina Puluhan Pelajar yang Terlibat Tawuran di Trafic Light ADA Setiabudi Semarang