in

Polda Metro Jaya Gelar Apel Pengamanan Peringatan Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Akankah Ada Demo Besar ?

Brimob Polda Metro Jaya menggelar Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan, di Lapangan Makosat Brimob Polda Metro Jaya, sebagai persiapan pengamanan peringatan setahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. (Foto : humas.polri.go.id)

 

 

HALO SEMARANG –  Brimob Polda Metro Jaya menggelar Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan, di Lapangan Makosat Brimob Polda Metro Jaya.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel dan perlengkapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang akan melaksanakan demonstrasi Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo – Gibran, yang akan dilaksanakan Senin (20/10/2025).

Apel dipimpin oleh Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, dengan melibatkan 315 personel dari Batalyon A Pelopor serta Staf Makosat Brimob Polda Metro Jaya.

Secara bersamaan, kegiatan serupa juga dilaksanakan di jajaran Batalyon B, C, D Pelopor dan Detasemen Gegana, sebagai bentuk kesiapsiagaan terpadu seluruh jajaran Brimob Polda Metro Jaya.

Dalam arahannya, Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto menegaskan bahwa personel Brimob harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang profesional dan humanis.

“Brimob harus siap memberikan pelayanan terbaik. Kita bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan tertib,” kata dia, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari program Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepolisian terhadap masyarakat.

Reshuffle Kabinet

Sementara itu untuk diketahui, dalam masa setahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, presiden sudah tiga kali melakukan reshuffle kabinet.

Reshuffle Pertama dilaksanakan kali pertama oleh Prabowo Subianto, pada 19 Februari 2025.

Saat itu Prabowo mengganti Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), dengan Brian Yuliarto.

Sebelumnya viral di media sosial, suara yang diduga Satryo tengah memarahi pegawai di rumah dinas, hanya karena permasalahan air.

Ia pun dianggap semena-mena mencopot jabatan sejumlah orang di kementeriannya.

Bahkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemendikti Saintek sempat mendemo Satryo, agar dicopot dari jabatannya. Mereka menganggap Satryo adalah menteri yang arogan dan suka marah-marah.

Reshuffle kedua dilakukan Prabowo 7 bulan kemudian, Senin (8/9/2025), dengan mengganti 5 menteri.

Mereka adalah Sri Mulyani (Menteri Keuangan) digantikan Purbaya Yudhi Sadewa;  Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi yang kemudian digantikankan oleh Ferry Juliantono; dan Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, digantikan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menko Polkam Ad Interim.

Selain mereka, Prabowo juga mencopot Abdul Kadir Karding, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan menggantikannya dengan Mukhtarudin.

Dito Ariotedjo yang saat itu sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, juga tak luput dari pencopotan.

Selain lima menteri yang diganti, Prabowo juga membentuk satu Kementerian baru yakni Kementerian Haji dan Umrah, yang dijabat oleh Mochamad Irfan Yusuf, dengan wakil  Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sembilan hari setgelah reshuffle jilid II, yakni pada 17 September 2025, Prabowo kembali merombak jajaran Kabinet Merah Putih, dengan melantik dua menteri dan tiga wakil menteri.

Adapun menteri dan wakil menteri yang dilantik Presiden Prabowo yakni Djamari Chaniago, sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan; Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga; Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan; Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan;  Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi. (HS-08)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih Desa Surajaya

Bangun Masyarakat Siaga dan Tangguh Bencana, BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami di Banten