in

PM Timor Leste Transit di Bali, Polres Bandara Ngurah Rai Siapkan Pengamanan

 

HALO SEMARANG – Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste (PM RDTL) Kay Lara Xanana Gusmao, transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, setelah melakukan perjalanan dari Doha, menggunakan pesawat Qatar Airline, Minggu (2/6/2024.

Kedatangan Xanana di Bali melalui VIP 1 Bandara I Gusti Ngurah Rai, disambut oleh Duta Besar RDTL bersama stafnya.

Setelah turun dari pesawat, PM Timor Leste langsung menaiki kendaraan, menuju tempat akomodasi yang telah disiapkan di Hotel The Patra Bali Kuta Badung.

PS Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda Nyoman Darsana, mewakili Kapolres AKBP I Ketut Widiarta, mengatakan kedatangan Xanana Gusmao dalam rangka transit.

“Betul pada minggu pagi, beliau (PM Timor Leste Xanana Gusmao) telah tiba di Bali melalui VIP 1 dalam rangka transit,” kata AKBP I Ketut Widiarta, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Dijelaskan PS Kasi Humas, Xanana Gusmao kembali melanjutkan perjalanan ke Dilli Timor Leste, dengan menggunakan pesawat Aero Dilli 8G-182, sekitar pukul 13.25 Wita melalui VIP 1 Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Terkait pengamanan, kata Kasi Humas, pihaknya telah menurunkan personelnya, baik itu saat kedatangan maupun keberangkatan mulai dari VIP hingga sepanjang jalur yang di lalui menuju Hotel The Patra Bali maupun sebaliknya.

Untuk diketahui, bukan sekali ini Xanana transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste itu, Sabtu (2/3/2024) juga transit di Bandara Internasional Ngurah Rai, sebelum melanjutkan perjalanan ke Melbourne, Australia.

Bahkan saat itu saat pesawat Xanana hendak berangkat pada pukul 21.00 Wita, lalu lintas udara di langit Bali sempat macet.

Sebanyak 9 sampai 10 pesawat yang berputar-putar di udara dan menunggu antrean mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Sehingga, keputusan mendarat sepenuhnya di tangan pilot. Kepadatan lalu lintas di udara baru terurai pukul 21.45 Wita.

Namun demikian General Manager AirNav Indonesia Cabang Denpasar, Suryadi Joko Wiratmo, saat itu mengatakan kepadatan lalu lintas udara bukan karena kedatangan Xanana, namun disebabkan cuaca buruk.

“Keputusan mendarat atau tidak, pada kondisi tersebut menjadi wewenang penuh pilot in command,” imbuh Suryadi.

Dia menjelaskan ada prosedur pemberitahuan kedatangan pesawat yang ditumpangi pejabat negara setingkat presiden, perdana menteri, atau menteri.

Pemberitahuan, akan diinformasikan kepada semua petugas keamanan dan otoritas di bandara.

Pemberitahuan melalui Notice to Airman (NOTAM) dikirim dari instansi dari negara tamu kepada Airnav, TNI AU, dan Kementerian Luar Negeri.

Sehingga, tidak akan mengganggu lalu lintas penerbangan komersil, meski ada pesawat pejabat kenegaraan yang akan mendarat. (HS-08)

Tingkatkan Bagi Hasil Migas, Masyarakat Antikorupsi Indonesia Siap Bantu Pemkab Blora Ajukan Judicial Review UU HKPD

Berantas Buta Aksara di Kompleks Ebron, Polwan Polres Jayapura Ajari Perempuan dan Anak-Anak Membaca