in

PKL Jl Bhali Klaten Bangun Mushala, Bupati : Harus Selalu Dimakmurkan

Bupati Klaten, Sri Mulyani menandatangani prasasti, dalam acara peresmian Mushala PKL di Jalan Bhali. (Foto : klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Bhali, Kabupaten Klaten,  membangun mushala berukuran 4 x 4 meter, secara swadaya di Jalan Bhali.

Bupati Klaten, Sri Mulyani secara langsung meresmikan mushola yang diberi nama Mushola PKL itu, ditandai dengan pemotongan pita.

“Alhamdulillah mushala yang sangat mungil dan cantik ini, besok (setelah diresmikan-Red) harus selalu dimakmurkan oleh PKL dan pengunjung Jalan Bhali,” kata Sri Mulyani, seperti dirilis klatenkab.go.id.

Sri Mulyani mengaku bangga dan bersyukur, karena PKL di Jalan Bhali mampu menunjukkan kemandiriannya, dengan secara swadaya membangun mushala.

“Alhamdulillah semoga dengan membangun mushala ini, PKL semakin berkah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan PKL agar tidak membuka lapak dasaran di depan rumah penduduk, untuk mencegah munculnya gejolak.

Para pedagang itu juga diminta terus menjaga kebersihan dan ketertiban.

Sementara, Ketua Paguyuban PKL Jalan Bhali, Nanang yang mewakili rekan-rakannya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Klaten dan jajaran.

Menurut dia, selama ini Pemkab Klaten selalu memberi dukungan pada PKL Jalan Bhali, sehingga bisa membangun Mushala PKL.

“Terima kasih kepada Bupati Klaten dan jajaran, yang sudah memberikan tempat yang layak untuk PKL di Jalan Bhali,” kata Nanang, dalam Bahasa Jawa.

Untuk diketahui, PKL di Jalan Bhali yang mayoritas adalah pedagang makanan, semula berjualan di Alun-alun.

Proyek revitalisasi Alun-alun, membuat mereka kemudian dipindah ke Jalan Bhali. Tempat itu pun kini menjadi sentra kuliner, yang diisi oleh ratusan PKL, berikut gerobak-gerobak mereka yang berjejer di sepanjang jalan.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, setelah pemindahan itu menyampaikan Pemkab Klaten berterima kasih, karena pedagang kondusif untuk pindah berjulan di Jalan Bhali.

Ia melihat bahwa dagangan yang dijual tetap laris, cita rasanya enak, dan tetap menguntungkan dengan adanya ciri khas kuliner Klaten di Jalan Bhali.

“Kita punya tempat nongkrong baru yaitu Kuliner Jalan Bhali,” kata Bupati.

Ia menambahkan bahwa pedagang yang menjajakan dagangannya diutamakan lokal Klaten dari berbagai Kecamatan di Klaten.

Ia mengagendakan acara besar dengan musik dan meriah di Jalan Bhali dalam setahun ada 20 kali, selebihnya wisata kuliner seperti biasanya. (HS-08)

Pemkab Kebumen Bakal Laporkan Dugaan Psikolog Palsu yang Tawarkan Jasa ke Sekolah

Di Tengah Ketidakpastian setelah Gempa, Warga Suriah Masih Punya Harapan