HALO CILACAP – Penjabat (Pj) Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar, mengharapkan penggunaan aplikasi Srikandi oleh Pemkab Cilacap, dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan peningkatan pelayanan dalam bidang kearsipan.
Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar, dalam Rapat Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi), Rabu (14/12/2022), di Ruang Rapat Jalabumi Sekda Cilacap.
Rapat yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap itu, dalam rangka inovasi meningkatkan kualitas layanan di bidang surat menyurat.
Selain Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar, hadir pula Sekretaris Daerah Awaluddin Muuri, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap dan tamu undangan lainnya.
Rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah, Awaluddin Muuri, dilanjutkan dengan pemberian materi dan bimbingan teknis oleh narasumber kepada peserta rapat sebagai admin dan operator OPD se-Kabupaten Cilacap.
“Saya harap penggunaan Srikandi dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya,” kata Yunita Dyah Suminar, seperti dirilis cilacapkab.go.id.
Untuk diketahui, Srikandi adalah instrumen pengelolaan arsip dinamis, berdasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Aplikasi ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Srikandi diresmikan bertepatan dengan Ulang Tahun Kearsipan yang ke-50 dengan tema “Tahun Emas Kearsipan: Satukan Langkah Mewujudkan Arsip Digital”.
Aplikasi ini dapat memenuhi kebutuhan pembuatan surat menyurat dan arsip elektronik secara online secara integrasi serta terekam pada pusat data nasional.
Pada acara ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Cilacap turut menghadirkan narasumber dari ANRI, Dwi H Cipto. Diharapkan dengan hal ini, implementasi Srikandi pada seluruh OPD dapat lebih cepat dan terarah.
“Saat ini ada sekitar 80 Kementerian Lembaga dan 118 Pemerintah Daerah yang terbagi sejumlah 54 di wilayah Indonesia Timur dan 64 di wilayah Indonesia Barat yang sudah mengimplementasikan Srikandi. Saya harap Kabupaten Cilacap bisa segera bergabung untuk launching Srikandi pada tahun 2023 mendatang sehingga dapat lebih terintegrasi,” kata Cipto. (HS-08)