HALO BATANG – Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batang, untuk ikut menjaga kondusifitas, terutama pada tahun politik menjelang Pemilu 2024.
Ajakan itu disampaikan Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan pengurus MUI Kabupaten Batang, masa khidmah 2022-2027.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua MUI Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, di Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (22/3/2023).
Sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Batang, KH Zaenul Iroki; Sekretaris Umum, KH M Saefudin Zuhri; dan Bendahara Umum, H Muhammad Busro.
Lebih lanjut Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki mengatakan, MUI merupakan lembaga pembimbing, pembina, dan pengayom umat Islam.
Oleh karena itu, dia meminta agar MUI bersinergi dan berkolahorasi dengan Pemkab Batang.
“Saya minta pengurus baru MUI bisa meningkatkan perannya dalam melayani umat. Terutama dalam mencegah dan meredakan perselisihan atau perbedaan terkait keagamaan,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Pada tahun politik seperti sekarang ini, Lani juga berharap lembaga MUI untuk ikut berperan menjaga kondusifitas, agar tidak menjadi panas.
“Memasuki bulan suci Ramadan MUI saya harapkan bisa memantau keadaan dan kegiatan masyarakat. Seperti kegiatan yang tidak sejalan dengan roh ibadah di bulan Ramadan bisa dikendalikan secara bersama-sama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umun MUI Batang KH Zaenul Iroki, menyatakan siap membantu program pemerintah, terutama permasalahan-permasalahan yang esensial.
Hal itu karena permasalahan esential, seperti perselisihan umat, terkadang muncul secara tiba-tiba, dan harus cepat diredakan oleh peran tokoh agama yang ada di MUI.
“Dan jika memang diperlukan dan mendesak kami selaku MUI akan mengeluarkan fatwa untuk mengambil jalan tengahnya,” jelasnya.
Adapaun program biasa yang sudah berjalan seperti kesehatan masyarakat seperti kesehatan makanan dalam menentukan halal dan haram.
“Itu yang akan kita garap, Hal itu yang hanya bisa dilakukan oleh MUI untuk menentukan makanan halal atau haram,” terangnya.
Terkait tahun politik, lanjut dia, MUI akan menjadi “mesin pendingin”, karena jelas – jelas netral dan tidak ada kepentingan.
“Kita akan jadi mesin pendingin, tidak ada lain kecuali MUI saja. Karena biasanya masing-masing pimpinan ormas yang lain mencalonkan diri jadi legislatif maupun mencalonkan bupati maupun wakilnya. Dan yang jelas MUI netral,” ujar dia. (HS-08)