in

Pilar Jembatan Gantung Juwero Kendal Ambruk, Warga Mengaku Was – Was saat Melintas

Tiang penyangga jembatan Juwero yang menghubungkan Desa Triharjo dan Sojomerto Kecamatan Gemuh, di Desa Triharjo yang ambruk, Kamis (13/10/2022).

HALO KENDAL – Jembatan gantung Juwero di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh bagian pilar rusak sehingga tiang jembatan miring. Hal ini diduga akibat hujan dan angin kencang yang terjadi pada Rabu malam (12/10/2022).

Akibatnya warga setempat yang mengandalkan jembatan sepanjang 50 meter dan lebar 5 meter tersebut untuk akses pertanian, menjadi terganggu.

Jembatan tersebut berdiri di sungai Bodri, yang menghubungkan Desa Triharjo dan Sojomerto di Kecamatan Gemuh.

Kepala Desa Triharjo, Rilo Akrori mengatakan, pihaknya mengetahui kalau pilar jembatan Juwero ambruk Kamis pagi (13/10/2022).

“Ya baru tahu pagi ini. Karena semalam hujan disertai angin kencang yang diduga mengakibatkan pilar penyangga jembatan ini ambruk,” ujarnya.

Roli juga menjelaskan, bangunan jembatan ini merupakan peninggalan Belanda. Diperkirakan dibangun tahun 1921.

“Jembatan Juwero ini dulunya adalah rel untuk mengangkut hasil hutan di jaman Belanda. Dalam perkembangannya kemudian direnovasi menjadi jembatan yang dilalui warga menuju ke hutan maupun ke sawah,” jelasnya.

Sementara menurut salah seorang warga Desa Triharjo, Tarom, dengan ambruknya pilar jembatan ini membuat warga was-was.

“Ya kami was-was kalau melintasi jembatan ini. Takut kalau tiba-tiba ambruk. Semoga dari pemerintah segera bisa memperbaiki jembatan ini. Karena ini akses terdekat yang kami lalui untuk bertani,” ungkapnya.

Sementara warga Tanjung Wonosari, Sabit mengatakan, dengan ambruknya pilar jembatan gantung Juwero ini menurutnya sangat membahayakan warga.

Diungkapkan, untuk jembatan sebenarnya ada dua. Yang satu berada di dusun yang lain, yang jauh lokasinya.

“Ya kalau seperti ini kan membahayakan warga. Kalau mau lewat jembatan yang lain harus memutar. Padahal dia dan para petani lainnya, memanfaatkan jembatan ini untuk mengangkut hasil pertanian. Kalau saya menanam jagung,” bebernya.

Sementara itu, Sekda Kendal Sugiono yang juga mantan Kepala Dinas PUPR Kendal mengatakan, untuk jembatan Juwero secara aset adalah kewenangan dari pihak Perhutani.

Dikatakan, pilar jembatan gantung Juwero sudah tidak berfungsi. Namun jembatan gantung tersebut sudah diperkuat dengan gelagar beton.

“Secara aset, jembatan ini milik perhutani. Kita akan lakukan koordinasi dengan perhutani, langkah apa yang harus dilakukan,” ujar Sugiono.

Sementara itu, Plt Dinas PUPR Kendal, Sudaryanto saat di lokasi mengatakan, pihaknya ingin memastikan, kondisi jembatan, apakah membahayakan bagi masyarakat.

“Kemudian kami akan berkoordinasi dengan pihak perhutani Kendal. Karena aset ini berada di wilayah perhutani. Bukan dari kami maupun provinsi,” ujarnya singkat. (HS-06)

Jaga Kestabilan Harga Dampak Inflasi, Ini Langkah-langkah Sekda Kota Semarang

Kodam IV Diponegoro Dalami Dugaan Keterlibatan Anggota TNI Terkait Kasus Pembunuhan Iwan Boedi