in

Pesantren Berkontribusi Wujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat memberi sambutan pada acara Seleksi Terbatas Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023, baru-baru ini, di Pondok Pesantren Al-Mubarok, Wonosobo. (Foto : Wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Pondok pesantren harus mengoptimalkan peran pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketiga peran tersebut penting, tak hanya dalam pembangunan sumber daya manusia, melainkan juga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat ketika memberi sambutan, pada acara Seleksi Terbatas Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023, baru-baru ini, di Pondok Pesantren Al-Mubarok, Wonosobo.

“Selain tumbuh dan berkembang di masyarakat dengan kenahasannya, dalam berkontribusi mewujudkan Islam rahmatan lil alami, pesantren juga melahirkan insan beriman yang berkarakter, cinta tanah air, dan berkemajuan,” kata Afif Nurhidayat, seperti dirilis wonosobokab.go.id.

Menurutnya, MQK tingkat Provinsi Jawa Tengah ini, dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan Lembaga Pendidikan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam di Jawa Tengah.

Manfaat tersebut khususnya dalam membentuk karakter generasi muda muslim, agar menjadi intelektual yang mampu berperan sebagai penjaga moral, melalui pengamalan ilmu-ilmu yang telah didapatnya dengan berdakwah.

“Keberadaan pesantren dan lomba ini, menunjukkan masih besarnya komitmen elemen bangsa terhadap pembangunan etika moral spiritual, sebagai nyanyian dalam membangun karakter masyarakat, khususnya generasi muda kita,” jelasnya.

Afif berharap, MQK mampu menggugah, menjadi daya tarik, dan penyemangat bagi para santri, untuk memperdalam Al-Qur’an, Hadits, dan Kitab Kuning.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, H Musta’in Ahmad menjelaskan, acara yang digelar mulai Sabtu (3/6/2023) sampai dengan Senin (5/6/2023) di Pondok Pesantren Al-Mubarak Manggisan Wonosobo ini.

Acara ini diselenggarakan oleh bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

Adapun jenis lomba yang dikompetisikan, antara lain, lomba membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab kuning, lomba debat bahasa Arab, lomba debat bahasa Inggris, bahtsul kutub kitab fathul mu’in menggunakan Bahasa Arab dan Inggris serta debat qanun berbasis kitab kuning bagi ma’had aly.

Nantinya dari seluruh peserta, yang terbaik akan mewakili Jawa Tengah di MQK Nasional, di Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, Juli 2023 mendatang.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan diikuti 1.524 santri, terdiri atas 430 santri peserta seleksi terbatas, 70 pengurus, 25 dewan hakim, dan 1.000 santri Al Mubarok

“Dengan adanya MQK Provinsi ini harapan kita bersama semoga membawa manfaat dan maslahat bagi pengembangan Lembaga Pendidikan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam di Jawa Tengah,” kata dia.

Dia menyampaikan harapan, melalui event ini akan muncul santri-santri terbaik di Jawa Tengah, yang siap bersaing di tingkat Nasional. (HS-08)

Usai Kalahkan Persik Kendal 6-0, Manajemen PSIS Jadwalkan Dua Laga Uji Coba Lagi

Keraton Jogja Persilakan Kabupaten Batang Temukan Hari Lahirnya