HALO KENDAL – Pemberian penghargaan kepada perusahaan tambang galian C oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Rabu (30/4/2025), menuai pertanyaan di masyarakat. Pasalnya, pemberian penghargaan kurang tepat terhadap perusahaan bidang mineral bukan logam dan batuan (MBLB).
Kepala Bapenda, Abdul Wahab saat dikonfirmasi terkait besaran pajak yang dibayarkan perusahaan galian C atau perusahaan MBLB tersebut mengatakan, penghargaan diberikan semata-mata karena perusahaan itu taat atau tepat waktu dalam membayar pajak.
“Mohon maaf sebelumnya, kami memberikan penghargaan kepada wajib pajak MBLB tidak semata-mata karena besaran pajak yang dibayarkan, tetapi juga kedisiplinan dan tidak pernah menunggak. Untuk besaran pajaknya, sesuai dengan rahasia jabatan yang kami jaga, dilarang untuk menyampaikan ke pihak lain. Mohon dimaafkan,” jawabnya melalui aplikasi pesan singkat, Kamis (1/5/2025).
Wahab juga mengakui ada kendala di lapangan. Meski begitu dijelaskan, pihaknya tetap melakukan investigasi untuk mencocokkan antara yang diambil dan dibayarkan.
“Sementata baru itu yang bisa kita lakukan. Karena kewenangan Bapenda hanya sebatas mengambil pajak dan ketaatannya saja. Kalau urusan sudah berijin atau tidak usaha tersebut, itu sudah ada OPD lain yang menangani,” jelasnya.
Lebih jauh Wahab menyampaikan, untuk mengantisipasi para wajib pajak yang tak patuh akan kewajibannya, Bapenda Kendal dalam waktu dekat akan membentuk Satgas MBLB, yang dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Kendal dan akan terjun ke lapangan setelah SK diterbitkan.
“Satgas ini anggotanya seluruh stakeholder. Ada eksekutif dan legislatif, bahkan kepolisian dan kejaksaan kita libatkan. Karena, target pendapatan dari galian C tahun 2025 ini dipatok Rp 1,5 miliar dan baru terealisasi sebesar Rp282 juta atau 18,83 persen,” imbuhnya. (HS-06)