in

Pertama di Jepara, Ogoh-ogoh Akan Diarak

Foto : jepara.go.id

 

HALO JEPARA – Ratusan umat Hindu dari wilayah Pati Raya, yakni Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang, akan mengikuti arak-arakan ogoh-ogoh, yang bakal digelar di Pendopo Kabupaten Jepara, Minggu (12/4/2026).

Ogoh-ogoh yang diarak memiliki tinggi sekitar 2,5 meter. Kegiatan itu menjadi salah satu agenda Hari Jadi Ke-477 Kabupaten Jepara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jepara, Agung Bagus Kade Kusimantara, memperkirakan, sekitar 800 umat Hindu dari wilayah Pati Raya akan hadir. Peserta berasal dari Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang.

Ia yang juga menjadi penasihat acara mengatakan, kegiatan itu ditujukan untuk mempererat umat Hindu sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama.

“Tujuan kami bagaimana mempererat antarumat Hindu, khususnya di Pati Raya. Ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Jepara,” kata dia, Rabu (8/4/2026) seperti dirilis jepara.go.id.

Menurut Agung, Dharma Santi Nyepi juga menjadi ruang untuk menunjukkan semangat toleransi di Jepara.

Kegiatan keagamaan, kata dia, harus bisa menjadi ruang kebersamaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat bisa hidup berdampingan. Semua adalah bagian dari Jepara,” ujarnya.

Dharma Santi Nyepi tahun ini mengangkat tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Dunia Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”. Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 08.00.

Agenda diawali dengan sarasehan atau dharma wacana. Panitia juga akan menghadirkan narasumber dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan arak-arakan ogoh-ogoh di kawasan pendopo.

Kajari Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara mengatakan, kehadiran ogoh-ogoh dimaksudkan sebagai bentuk edukasi budaya kepada masyarakat.

Menurut dia, tradisi ogoh-ogoh merupakan bagian dari rangkaian perayaan Nyepi. Arak-arakan tahun ini juga menjadi yang pertama digelar di Jepara.

“Ini baru pertama kali kami coba di Jepara. Ke depan, kami berharap setiap kabupaten di wilayah Pati Raya juga bisa menampilkan ogoh-ogoh dalam perayaan seperti ini,” tuturnya.

Ogoh-ogoh yang akan diarak, lanjutnya, memiliki tinggi sekitar 2,5 meter. Replika itu akan digotong sekitar 20 warga dari Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara.

Arak-arakan juga akan menampilkan penjor dan gamelan khas Bali, Baleganjur. Rute arak-arakan dimulai dari Pendopo Kabupaten Jepara dan berakhir kembali di lokasi yang sama. (HS-08)

 

 

Perkuat Kompetensi dan Integritas ASN, Pemkab Kudus Gelar Orientasi PPPK

Pemkab Rembang Matangkan Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana, 11 Desa Jadi Prioritas