HALO PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan terus memperkuat upaya memastikan seluruh anak usia dini mendapatkan akses pendidikan melalui program Jaring Anak Usia Dini (Jaring AUD).
Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD usia 5–6 tahun yang telah mencapai 100 persen, sekaligus memperluas perhatian terhadap anak usia di bawah lima tahun agar memperoleh stimulasi dan pendidikan sejak dini.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), Sherly Imanda Hidayah, mewakili Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Siti Nurul Izzah, dalam kegiatan sosialisasi Jaring AUD, Rabu (2/9/2026) di aula Perpustakaan Daerah setempat, menyampaikan, capaian 100 persen tersebut menjadi modal penting yang harus dipertahankan melalui penguatan peran Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Kita berharap tahun ini bisa mempertahankan capaian APK untuk anak usia 5–6 tahun sebesar 100 persen. Tentunya kita juga berharap ada peningkatan peran Bunda PAUD kecamatan maupun kelurahan untuk benar-benar menyosialisasikan pentingnya pendidikan anak usia dini kepada seluruh elemen masyarakat,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.
Ia mengungkapkan bahwa perhatian tidak hanya perlu diberikan kepada anak usia 5–6 tahun yang capaian partisipasinya telah mencapai 100 persen.
Anak-anak pada kelompok usia lebih dini, termasuk yang berada pada jenjang Kelompok Bermain (KB), juga perlu didorong untuk mendapatkan layanan pendidikan dan stimulasi sesuai tahap perkembangannya.
Ia menjelaskan, stimulasi yang diberikan sejak usia dini berperan penting dalam mendukung perkembangan dan pengalaman belajar anak.
Semakin dini anak memperoleh stimulasi yang tepat, semakin banyak pengalaman yang dapat membantu mendukung perkembangan kemampuan dan konektivitas otaknya.
“Kalau 100 persennya ada di usia 5–6 tahun, sebenarnya mungkin masih ada anak-anak di bawah itu, usia KB 2, 3, 4, 5, yang belum masuk. Kita berharap karena kita paham, semakin anak-anak terstimulasi sejak dini, di usia 2 tahun misalnya, akan semakin membuat pengalaman anak-anak atau sinaps-sinaps otak anak semakin terhubung dengan baik,” jelasnya.
Untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut, kegiatan Jaring AUD menyasar Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan serta Pokja Bunda PAUD. Mereka diharapkan menjadi penggerak di wilayah masing-masing untuk melanjutkan sosialisasi hingga tingkat masyarakat.
Setelah kegiatan tersebut, Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan bersama Pokja Bunda PAUD akan berkolaborasi dengan kader Posyandu untuk menyosialisasikan program Jaring AUD sekaligus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap anak-anak yang belum mendapatkan layanan PAUD.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya pada kegiatan tersebut menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan dan pengawalan program Jaring AUD, bukan sekadar sosialisasi.
Sebab, meskipun saat ini seluruh anak usia PAUD di Kota Pekalongan telah terjangkau layanan PAUD, capaian 100 persen tersebut tetap perlu dijaga agar tidak terjadi penurunan.
“Hari ini kita lakukan penguatan kepada Bunda PAUD tingkat kecamatan maupun kelurahan supaya tetap bisa mengawal program ini. Jangan sampai berhenti sampai di sini saja dan jangan sampai ada anak yang terlewat, sedangkan usianya sudah usia PAUD,” terangnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Jaring AUD membutuhkan sinergi lintas unsur, terutama dengan kader Posyandu dan PKK.
Kolaborasi tersebut penting karena Posyandu menjadi salah satu titik yang bersentuhan langsung dengan anak dan keluarga di tingkat masyarakat.
“Kita tetap harus mengawal. Takutnya karena sudah 100 persen kemudian merasa sudah selesai tugasnya, lalu lengah. Jadi kita lakukan penguatan lagi dan mengajak Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan untuk berkolaborasi,” sambung Inggit.
Menurutnya, Bunda PAUD yang juga berperan dalam pembinaan Posyandu memiliki posisi strategis untuk memperkuat sinergi dengan kader Posyandu dan PKK. Bersama-sama, mereka dapat melakukan advokasi sekaligus memberikan dukungan kepada orang tua agar semakin memahami pentingnya pendidikan anak usia dini.
“Kita ajak bersama-sama untuk mengadvokasi dan memberikan support kepada orang tua, terutama membuka mindset bahwa pendidikan anak usia dini itu penting. Semua orang tua harus kompak menganggap PAUD itu penting. Kalau mindset-nya sudah berubah seperti itu, insyaallah program Jaring AUD bisa sukses,” kata dia.
Melalui penguatan tersebut, Pemkot Pekalongan tidak hanya menargetkan keberlanjutan capaian APK PAUD 100 persen, tetapi juga memastikan tidak ada anak yang terlewat dari akses pendidikan dan stimulasi sesuai usianya. (HS-08)


