in

Persoalan Banjir di Kendal, Gus Tommy: Masyarakat Harus Ikut Jaga Kebersihan Sungai

Acara Reses yang dihadiri Anggota DPRD Kendal Gus Tommy, Anggota DPR RI Mujib Rohmat dan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto di Kecamatan Kota Kendal, Sabtu (4/3/2023).

HALO KENDAL – Banjir yang masih saja terjadi di Kabupaten Kendal, terutama di wilayah kota akibat hujan yang terjadi beberapa hari lalu, membuat prihatin Anggota Komisi C DPRD Kendal, Muhammad Tommy Fadlurohman atau yang akrab disapa Gus Tommy.

Menurut anggota dewan dari Partai Golkar tersebut, kalau bicara masalah banjir di Kendal, selain kesadaran masyarakat kurang, juga banyaknya jembatan di atas sungai yang tidak punya izin.

“Ya kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah di sungai dan banyaknya jembatan berdiri di atas sungai yang tidak punya izin. Sehingga selain menghambat jalannya air, juga mempersulit alat berat untuk melakukan pengerukan sungai,” ujar Gus Tommy, saat acara reses masa sidang ke-II Sabtu (4/3/2023).

Dirinya mencontohkan, di perumahan Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, tepatnya di belakang Pasar Pagi Kaliwungu, sering terjadi banjir.

Bahkan kalau pas bareng dengan air laut pasang bisa berhari-hari surut. Itu karena ada saluran yang bermasalah. Sehingga semacam terminal atau pertemuan dari beberapa sungai serta irigasi, sehingga membuat air tidak lancar dan mengakibatkan banjir.

“Saya selaku anggota dewan sudah mendorong Pemerintah Kabupaten Kendal maupun dinas terkait, untuk melakukan normalisasi. Kami selaku legislatif, akan menyetujui berapapun biayanya,” ungkap Gus Tommy.

“Sebab untuk melakukan normalisasi sungai, harus pakai alat berat, supaya cepat. Namun karena terkendala jembatan, karena alat berat tidak bisa masuk sungai, maka harus dikerjakan manual tenaga manusia,” imbuhnya.

Gus Tommy juga menyoroti masalah banyaknya alih fungsi lahan dari hutan menjadi perumahan. Menurutnya, hal tersebut juga bisa sebagai pemicu banjir. Sebab untuk resapan air sudah tidak ada. Belum lagi para pengembang perumahan tidak pernah memperhatikan dampak lingkungan.

“Saya minta dinas terkait, untuk lebih tegas dalam memberikan izin baik pengembang perumahan maupun pembuatan jembatan. Sehingga kalau ditertibkan dalam pemberian izin, paling tidak bisa mengurangi dampak banjir. Baik di wilayah Kendal maupun Kaliwungu, atau daerah atas seperti Boja dan Pageruyung,” tandas Gus Tommy.

Gus Tommy juga mengaku, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi, baik dengan Pemkab Kendal maupun Pemprov Jateng, untuk melakukan penganggaran normalisasi sungai dan pengerjaannya pun juga harus bersamaan.

“Karena jika pengerjaan tidak bersamaan, baik hilir maupun hulu, itu sama saja. Jadi harus bareng, sehingga aliran sungai akan normal kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengaku, ada tiga komponen yang terlibat dalam penanganan banjir. “Salah satu contoh untuk sungai, itu yang memiliki wewenang melakukan pengerukan maupun normalisasi ada di ranah pemerintah provinsi. Sedangkan untuk sungai besar, kewenangannya di bawah naungan kementerian. Sementara kabupaten hanya mengurusi saluran irigasi,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Bupati, jika masyarakat juga tidak mau ikut berperan dan tidak mau peduli, maka banjir akan selalu terjadi di beberapa titik di Kendal.

“Saya lihat, masih banyak masyarakat yang belum sadar dengan membuang sampah seenaknya saja di sungai. Ada keranjang, kasur, bantal semua dibuang di sungai. Bahka sepertinya mereka tidak peduli, aliran air sungai akan tersumbat dan mengakibatkan banjir,” tandasnya.

“Saya kalau memikirkan banjir sampai gak bias tidur. Apalagi banyak netizen yang komplain, namun ini masalah kita bersama. Kalau mau mengurangi banjir, ayo masyarakat jangan buang sampah di sungai,” imbuh Dico.(HS)

Ganjar: Indonesia Bisa Kembalikan Kejayaan Islam yang Penuh Kedamaian

Bersama Kementerian PUPR, Bank Jateng Salurkan Bantuan Program BSPS di Grobogan