HALO SEMARANG – Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, Minggu (12/1/2025) bertolak dari Jakarta menuju Saudi Arabia, untuk bergabung dengan Menag Nasaruddin Umar, mengusahakan realisasi peningkatan layanan haji dengan ongkos haji yang ebi murah.
“Dari awal saya memang berjuang untuk satu hal, yaitu merealisasikan amanah Presiden RI Pabowo Subianto, dalam musim haji 2025 M. Bahwa amanah beliau adalah pelayanan yang lebih baik dan ongkos haji yang lebih murah,” kata Muhammad Syafi’i, di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (12/1/2025).
Dia mengakui ada sebagaian kalangan yang meragukan kualitas pelayanan, seiring dengan penurunan ongkos haji.
“Karena ada istilah ada harga ada barang. Tapi saya justeru melihat sebaliknya, apa itu? asumsi dana efisiensi yang cukup besar, itu menunjukkan bahwa ongkos haji masih bisa diefisiensikan dan diefektifkan,” kata Wamenag, seperi dirilis kemenag.go.id.
Wamenag juga menjelaskan bahwa dana efisiensi, adalah selisih antara jumlah harga yang di dalam kontrak dengan harga yang sebenarnya yang dibayarkan jemaah.
Pada 2023, dana efisiensinya lebih Rp 1 trilliun dan pada 2024, dana efisiensi lebih Rp 600 milliar.
Inilah faktanya, bahwa diperlukan kejelian dan kecermatan, agar perencanaan tepat sasaran.
“Itulah kenapa saya mengatakan penurunan ongkos haji itu sebuah keniscayaan. Faktor lain yang membuat ongkos haji turun adalah dengan makin banyaknya perusahaan yang menawarkan jasa. Ini artinya, ketika ada permintaan yang besar otomatis harga kompetitif,” kata Muhammad Syafi’i.
Wamenag juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melihat dan belajar dari sukses story para pemberi jasa layanan selama memberikan pelayanan kepada Jemaah haji.
“Kita belajar dari sukses story mereka dalam melayani haji di negara lain. Masih ada hal lain yakni pajak yang cukup tinggi, lalu hotel-hotel sudah dikontrak, dan posisi Armuzna yang sudah disetujui, serta katering-katering yang kemaren berhasil kita turunkan. Saat ini, kita mau verifikasi terakhir, agar benar-benar pelayan kepada jemaah maksimal,” jelas Wamenag Muhammad Syafi’i.
Wamenag Muhammad Syafi’i menerangkan bahwa selama di Saudi Arabia akan bertemu otoritas bandara, baik di Jeddah maupun Madinah, bahkan bila perlu dengan Wali kota dan Menteri Haji.
Sehingga ada kesamaan pemahamann dan tindakan dalam melayani Jemaah haji Indonesia.
“Saya baru pertama kali melayani sebagai pejabat Kemenag. Saya perlu pahami fakta di lapangan. Semoga perjalanan ini menambah informasi, sebagai bahan untuk mengambil kebijakan yang lebih baik untuk umat dan masyarakat,” tandas Wamenag Muhammad Syafi’i.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga sudah bertolak ke Arab Saudi untuk melaksanakan tugas dari Presiden Prabowo Subianto, terkait penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M.
Menurut Menag, Presiden menginginkan persiapan haji tahun ini dilakukan dengan optimal dan meningkat kualitasnya.
“Harapan Presiden RI, Pak Prabowo Subianto, ke depan haji selain murah juga harus lebih baik. Ini tantangan bagi kami semua,” kata Menag Nasaruddin.
Selama berada di Arab Saudi, Menag Nasaruddin Umar yang didampingi Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latief, dijadwalkan akan memenuhi beberapa undangan terkait persiapan haji.
Termasuk, melaksanakan pertemuan dengan Menteri Urusan Haji Arab Saudi Tawfiq F Al-Rabiah untuk finalisasi kerja sama penyelenggaraan haji.
“Kita akan melaksanakan beberapa kegiatan selama di Saudi. Ada penandatanganan kerja sama terkait penyelenggaraan Ibadah Haji 1446 H/2025 M dan pameran,” terang Menag.
“Di pameran kita akan menyaksikan para penyedia layanan. Kita bisa melihat, kira-kira siapa (penyedia layanan) yang paling tepat untuk dilakukan kerja sama dalam menyukseskan penyelenggaraan haji tahun ini,” tutur Menag Nasaruddin Umar.
Lebih lanjut ia menyampaikan, selain Kementerian Agama, sesuai arahan Presiden Prabowo terdapat beberapa pihak yang turut serta mempersiapkan dan mengawasi penyelenggaraan haji.
Seperti Badan Penyelenggaraan Haji (BP Haji), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kejaksaan. Dalam lawatan ke Arab Saudi kali ini, juga turut serta Kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf.
“Berikanlah kesempatan kepada kami. Saya selaku Menteri Agama, Kepala BPH, dan pihak terkait. Ada juga KPK, kejaksaan, dan berbagai pihak yang akan memantau penyelenggaraan ibadah haji yang bersih, tertib,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Menag Nasaruddin Umar juga menjelaskan bahwa dirinya juga bukan malaikat. Untuk itu, Menag Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal mengharapkan doa dari masyarakat dan seluruh umat Islam di Indonesia.
“Doakan kami, supaya bisa bekerja dengan baik dan tenang, efektif, efisien yang menjadi harapan kita semua. Mudah-mudahan harapan kita bersama, haji tahun ini bisa lebih baik, walaupun harganya sedikit agak turun, tapi kita ingin kualitas pelayanan dan pelaksananaanya insyaAllah akan lebih baik,” kata Menag Nasaruddin Umar. (HS-08)