in

Perkuat Layanan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band di Cilacap

Peresmian Radar Cuaca S-Band Cilacap oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dan dihadiri oleh Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, beserta sejumlah pejabat, baru-baru ini. (Foto : bmkg.go.id)

 

HALO CILACAP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan Radar S-Band, di Kabupaten Cilacap, sebagai upaya memperkuat layanan informasi dan sistem peringatan dini cuaca ekstrem, di wilayah selatan Pulau Jawa serta perairan Samudra Hindia.

Peresmian Radar Cuaca S-Band Cilacap, dipimpin Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dan dihadiri oleh Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya dan David Ishaq Aryadi selaku anggota DPRD Jawa Tengah, serta jajaran pejabat BMKG, dan para Kepala Stasiun Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sambutannya Faisal menyampaikan bahwa radar cuaca merupakan salah satu instrumen utama dalam sistem observasi atmosfer, yang berperan penting dalam memantau kondisi awan hujan, intensitas curah hujan, pergerakan sistem cuaca, hingga pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.

Menurutnya, pengoperasian Radar Cuaca S-Band Cilacap akan semakin memperkuat layanan informasi cuaca bagi masyarakat di Cilacap, wilayah selatan Jawa Tengah, hingga kawasan perairan Samudra Hindia bagian utara.

“Keberadaan Radar Cuaca S-Band Cilacap menjadi bagian penting dalam peningkatan layanan informasi cuaca dan peringatan dini BMKG. Dengan cakupan pemantauan yang luas dan beresolusi tinggi, radar ini diharapkan mampu menghadirkan informasi yang semakin cepat, tepat, akurat, dan mudah dipahami masyarakat,” kata dia, seperti dirilis bmkg.go.id, pada Kamis (9/7/2026).

Keberadaan radar tersebut juga akan memperkuat upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, termasuk mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ketika diperlukan.

Ia mencontohkan pengalaman penanganan bencana longsor yang terjadi di wilayah selatan Jawa, di mana informasi mengenai perkembangan awan hujan menjadi faktor penting dalam mendukung operasi modifikasi cuaca guna mengurangi intensitas hujan di daerah rawan bencana.

“Cilacap dan wilayah selatan Pulau Jawa memang membutuhkan radar cuaca untuk mendukung pengamatan kondisi atmosfer secara lebih detail sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.

Selain mendukung mitigasi bencana, radar cuaca ini juga diharapkan meningkatkan keselamatan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, Cilacap memiliki peran strategis dalam sektor kelautan, perikanan, transportasi laut, hingga industri yang sangat bergantung pada informasi cuaca yang akurat.

Radar ini juga akan memperkuat pemantauan potensi gangguan cuaca di Samudra Hindia, termasuk deteksi dini bibit siklon tropis yang dapat memengaruhi wilayah Indonesia bagian selatan.

“Peringatan dini menjadi sangat penting mengingat wilayah selatan Indonesia pernah terdampak siklon tropis seperti Seroja, Cempaka, dan Dahlia. Dengan radar ini, pemantauan kondisi cuaca di Samudra Hindia dapat dilakukan secara lebih optimal,” jelasnya.

Pembangunan Radar Cuaca S-Band Cilacap merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2), yaitu program penguatan sistem observasi meteorologi maritim hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis.

Melalui proyek tersebut, BMKG telah membangun lima radar cuaca baru yang terdiri atas empat radar S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta satu radar C-Band di Tangerang.

Secara nasional, BMKG terus memperkuat jaringan observasi cuaca. Dari kebutuhan sekitar 75 radar cuaca di seluruh Indonesia, saat ini BMKG telah mengoperasikan 45 radar dan harapannya akan terus bertambah jumlahnya secara bertahap untuk meningkatkan cakupan layanan pengamatan cuaca nasional.

Peresmian Radar Cuaca S-Band Cilacap menjadi salah satu langkah nyata BMKG dalam memperkuat sistem observasi atmosfer nasional. Melalui dukungan teknologi, kolaborasi lintas sektor, dan layanan informasi yang semakin andal, BMKG berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin cepat, tepat, dan bermanfaat bagi keselamatan masyarakat serta pembangunan nasional. (HS-08)

 

 

Soal Penataan Guru Honorer, Wakil Ketua DPR RI Minta Harus Tuntas sebelum Perekrutan Baru

BMKG Operasikan Radar S-Band, Bupati Cilacap Tekankan Daerahnya Butuh Informasi Cuaca Akurat