HALO SEMARANG – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan jauh, pada masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), agar segera beristirahat di rest area terdekat, jika mengalami kelelahan atau mengantuk.
Imbauan itu disampaikan Jenderal Sigit, agar pengemudi tidak mengalami microsleep yang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal di jalan raya.
“Ada rest area-rest area yang sudah disiapkan, kita selalu ingatkan jangan memaksakan untuk segera sampai di tujuan. Kalau capek, istirahat, manfaatkan rest area-rest area atau tempat lain yang sudah disiapkan sehingga masyarakat yang terlalu lelah capek bisa istirahat terlebih dahulu,” kata Kapolri, seperti dirilis Polda D I Yogyakarta, melalui akun facebook.com/poldajogja.
Imbauan serupa disampaikan Dir Lantas Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan. Dia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko kecelakaan lalu lintas akibat microsleep, terutama saat perjalanan jauh.
Microsleep adalah kondisi tidur singkat, tetapi dapat menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi bahkan kendali penuh atas kendaraannya, sehingga dapat menimbulkan kecelakaan.
“Microsleep sering dialami oleh mereka yang kurang tidur, sedang stres atau kelelahan, atau memiliki gangguan tidur,” ungkap Kombes Pol Sonny Irawan, Minggu (22/12/2024).
Seringkali kita merasa sangat lelah dan terlelap sejenak sepersekian detik terutama pada saat berkendara, atau menatap layar komputer saat bekerja. Hal ini disebut dengan microsleep.
Sementara itu menurut informasi yang disampaikan Kementerian Kesehatan, melalui laman yankes.kemkes.go.id, microsleep merupakan suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang, karena merasa lelah atau mengantuk.
Pada umumnya kejadian microsleep berlangsung sekitar sepersekian detik hingga 10 detik penuh.
Namun, durasi microsleep dapat bertambah lama, jika seseorang benar-benar memasuki waktu tidur.
Microsleep bisa terjadi dalam beberapa episode yang berdekatan, saat seseorang mencoba dan gagal untuk tetap terjaga. Seringkali dalam microsleep, otak membalik dengan cepat antara tertidur dan terjaga.
Tanda-tanda Microsleep
- Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala
- Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun
- Menguap terus-menerus
- Kelopak mata sangat berat
- Mata berkedip berlebihan
- Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi
- Arah kemudi tanpa disadari keluar dari jalur
- Hilang fokus
- Tidak mendengar pembicaraan orang lain
- Tidak ingat kejadian 1–2 menit yang lalu
- Menjatuhkan barang yang sedang dipegang
- Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba
Penyebab Microsleep
- Kurang tidur
- Tidur kurang berkualitas, misalkan karena gangguan tidur apnea
- Penyakit diabetes
- Tekanan darah tinggi
- Kegemukan
- Depresi atau gangguan kecemasan
- Efek samping obat tertentu, misalkan antihistamin
- Efek samping penyalahgunaan narkoba dan alkohol
Microsleep Berbahaya
Microsleep sebenarnya tidak berbahaya bila terjadi saat tengah bersantai di sofa sambil menonton film hingga larut malam.
Tetapi tidur yang sangat singkat ini, bisa menjadi masalah besar, pada saat meeting di kantor.
Bahkan kalau microsleep terjadi saat mengemudi atau mengoperasikan mesin, justru dapat menyebabkan kecelakaan, hingga mengundang maut.
Namun demikian ada cara untuk meghindari microsleep, yakni usahakan untuk tidur yang cukup setiap malam, yakni sekitar 7–9 jam, dan sebelum tidur, tidak mengonsumsi minuman berkafein atau beralkohol, dan sebaliknya disarankan untuk minum banyak air putih.
Untuk menjamin kualitas tidur yang baik, antara lain dapat dilakukan dengan mematikan atau membuat lampu kamar menjadi temaram. Kamar perlu dibuat menjadi senyaman mungkin, termasuk dengan mengatur suhu agar tidak terlalu dingin atau terlalu panas.
Tetapi jika rasa kantuk tetap muncul saat berkendara atau mengemudi, upaya paling tepat yang dilakukan adalah segera menepi, berhenti, dan beristirahat.
Namun memang saat berkendara, pengemudi tak selalu dapat berhenti di sembarang tempat.
Karena itu sembari mencari tempat istirahat atau rest area, pengemudi dapat mengusir rasa kantuk dengan mendengarkan musik bertempo cepat.
Bisa juga mendengarkan audiobook, dan memilih cerita yang menarik. Tetapi jika memang kantuk sudah tak tertahankan, segera menepi dan beristirahat.
Tak hanya saat mengemudi. Microsleep juga dapat terjadi pada orang yang sedang mengoperasikan mesin.
Seperti halnya mengemudi, microsleep pada operator mesin ini juga sama berbahayanya karena bisa menyebakan kecelakaan.
Ketika kantuk menyerang saat sedang bekerja, terutama ketika sedang mengoperasikan mesin, cara yang paling tepat adalah menghentikan aktivitas tersebut.
Selanjutnya lakukan olahraga ringan, seperti meregangkan kaki atau berjalan, untuk mengusir rasa kantuk.
Cuci muka atau berdiskusi dengan teman kantor perihal pekerjaan, untuk mengalihkan kantuk.
Microsleep memang hanya terjadi selama beberapa detik, namun ini bisa menyebabkan kecelakaan fatal. (HS-08)