in

Peringati Harganas ke-32, Pemkab Sukoharjo Gelar Wayang Kulit

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memberikan sambutan menjelang pergelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Lapangan Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, belum lama ini. (Foto : sukoharjokab.go.id)

 

HALO SUKOHARJO – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo, menyelenggarakan pergelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Lapangan Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, belum lama ini.

Acara yang mengusung tema “Dari Keluarga Untuk Indonesia Maju” ini, dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Wakil Bupati, dan berbagai elemen masyarakat.

Ki Dalang Rio Pamungkas Miharjo Putro, malam itu tampil menyajikan pertunjukan kesenian tradisional tersebut, sembari menyisipkan pesan-pesan tentang nilai-nilai keluarga dan kebangsaan.

Bupati Etik pun menyampaikan apresiasi kepada DPPKBP3A dan seluruh panitia atas terselenggaranya acara yang memadukan seni budaya dengan edukasi keluarga.

“Pagelaran wayang kulit ini bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, menjaga warisan budaya, serta menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dan keluarga,” ujar Bupati, seperti dirilis sukoharjokab.go.id.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi DPPKBP3A Sukoharjo, yang meraih berbagai penghargaan di bidang Bangga Kencana tingkat Nasional dan Provinsi Jawa Tengah, di sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025.

“Prestasi yang diraih DPPKBP3A menjadi kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Sukoharjo. Saya berharap prestasi ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkapnya.

Bupati Sukoharjo menekankan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama dalam mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.

Menurutnya, keluarga merupakan pranata sosial pertama yang mengemban fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi generasi penerus.

“Keluarga yang berkualitas harus dimulai sejak akan memasuki kehidupan berkeluarga. Tanpa perencanaan yang baik, peran dan fungsi keluarga tidak akan optimal,” jelasnya.

Bupati juga menyoroti tantangan stunting yang memerlukan peran aktif keluarga sebagai garda terdepan dalam memberikan perawatan dan nutrisi yang dibutuhkan anak-anak.

“Dengan kebersamaan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat, berbagai hambatan dalam menurunkan prevalensi stunting di Sukoharjo dapat kita atasi bersama,” tegasnya.

Acara ini diharap memperkuat semangat kebersamaan dalam pembangunan keluarga berkualitas sekaligus melestarikan budaya tradisional sebagai identitas bangsa. (HS-08)

Jadi Pilot Project Pengintegrasian Data, Ahmad Luthfi Bangun Kerja Sama dengan BPS

Buka Rakon, Bupati Boyolali Berpesan TP PKK – Pemkab Perkuat Sinergi