in

Peringatan Haornas 2022, Pemkab Karanganyar Gelar Senam Massal

 

HALO KARANGANYAR – Kabupaten Karanganyar kembali menggelar senam massal dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional, Jumat (9/9/2022), di Alun-alun Karanganyar.

Acara yang mengusung tema “Bersama Cetak Juara” ini, diikuti ratusan warga masyarakat, Bupati Karanganyar Juliyatmono, kepala OPD dan Forkominda Karanganyar dengan

“Maturnuwun semuanya ikut menggerakkan badannya supaya sehat. Jadikan setiap Jumat itu olahraga supaya sehat,” kata Bupati Juliyatmono, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga meminta para kepala OPD selalu mengusahakan, agar setiap Jumat mengadakan olahraga, supaya badan masyarakat tetap bergerak dan sehat dengan adanya olahraga.

Sementara itu laporan Plt Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Timotius Suryadi menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan olahraga di kabupaten karanganyar juga sudah berjalan dengan baik, beberapa kegiatan yang diikuti oleh atlet-atlet kita di kabupaten karanganyar sedikit demi sedikit juga sudah mulai berkembang untuk mencetak juara demi juara baru.

“Meskipun kita belum bisa menjadi puncak dari keseluruhan kabupaten yang ada di Jawa Tengah tetapi upaya untuk ke sana kita terus akan tingkatkan,” kata dia.

Sementara itu dari berbagai sumber, sejarah penetapan Hari Olahraga Nasional, berkaitan erat dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Surakarta, pada 9-12 September 1948.

Seperti dikutip dari laman Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, kala itu PON digelar karena atlet-atlet Indonesia tidak dapat mengikuti kompetisi Olimpiade XIV/1948 di Kota London, Inggris.

Saat itu Pemerintah Inggris belum mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Paspor Indonesia pun tidak diakui oleh pemerintah Inggris.

Saat itu pemerintah Inggris baru bisa mengizinkan atlet Indonesia berlaga di Olimpiade, asalkan menggunakan paspor Belanda.

Penolakan pada kompetisi dunia, membuat Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) memutuskan untuk menyelenggarakan kompetisi dalam negeri, dengan nama Pekan Olahraga Nasional (PON).

PON pertama di Surakarta, pada 9-12 September 1948, menjadi bukti untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia sanggup mengadakan acara olahraga berskala nasional. Pada saat itu, PON disambut dengan antusias oleh para atlet Indonesia.

Hal itu terbukti dengan banyaknya atlet Indonesia yang hadir. Sebanyak 600 atlet mengikuti kompetisi PON dan bertanding pada 9 cabang olahraga untuk memperebutkan 108 medali.

Pada pembukaan PON tanggal 9 September 1948, sekaligus menjadi tonggak sejarah Hari Olahraga Nasional. (HS-08)

2.000 Anak SD di Klaten Serentak Sikat Gigi Bersama

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Sabtu (10/9/2022)