
HALO SEMARANG – Penyebaran virus corona yang masih tinggi, membuat Pemkot Semarang membuat kebijakan-kebijakan untuk meminimasilir penularan.
Salah satunya kebijakan penutupan 5 ruas jalan protokol di Kota Semarang saat akhir pekan dan malam hari, yang dimaksudkan untuk mengurangi aktifitas warga yang tidak perlu.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan informasi update perkembangan Covid-19 di Kota Semarang, Senin (6/4/2020).
“Jadi sekali lagi saya berharap warga Kota Semarang tetap di rumah dan tidak perlu keluar jika memang tidak ada yang keperluan mendesak. Jangan ngeyel, karena penyebaran virus corona di Kota Semarang masih tinggi dan trendnya naik setiap harinya,” tandasnya.
Hal ini bisa dilihat dari hasil Rapid Test Corona yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Dari sekitar 1.500 orang yang telah di tes, ada 9 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dalam seminggu lalu.
“Trendnya masih terus naik, baik yang ODP maupun yang PDP, maka sekali lagi saya meminta warga untuk mentaati aturan pemerintah, kurangi aktifitas di luar. Anjuran untuk tetap di rumah jangan disepelekan, mari sama-sama kita melawan Covid-19,” pesannya.
Apalagi, lanjut Hendi, panggilan akrabnya, banyak pemudik yang sudah mulai berdatangan dari luar kota.
“Upaya yang lain kami tetap melakukan imbauan, baik melalui camat, lurah, dan melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari,” tambah Hendi.
Selain itu, lanjutnya, pembagian sembako di daerah yang terdampak terus dilakukan. Di antaranya untuk PKL, pengemudi ojek online dan warga kurang mampu.
“Kemudian untuk meminimkan biaya-biaya yang ditimbulkan akibat kebijakan tetap di rumah, kami mengambil kebijakan untuk semua Rusunawa di Kota Semarang kami gratiskan, minimal sampai 3 bulan ke depan tergantung dari perkembangan Covid-19,” tambahnya.
Selain Rusunawa, untuk PKL juga digratiskan dari restribusi selama wabah Covid-19 ini masih melanda. Kemudian kebijakan lain, untuk semua pelanggan PDAM baik niaga, maupun rumah tangga untuk pembayaran mulai bulan Mei sampai tiga bulan ke depan memperoleh diskon 20 persen.
“Ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu warga yang terdampak Covid-19,” tandasnya.(HS)