in

Penutup Tahun 2025, Se’Indonesia Buka Outlet Dine-in Daging Asap Istimewa di Semarang

Outlet Dine-in di Semarang menawarkan menu se'i, daging asap yang merupakan kuliner khas Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini.

AROMA asap yang khas perlahan menyambut siapa pun yang melintas di Jalan Brigjen Soediarto No. 97, Semarang. Di penghujung 2025, sebuah pengalaman kuliner baru resmi hadir, Outlet Dine-in Se’Indonesia yang menyajikan se’i, daging asap khas Nusa Tenggara Timur, dalam format santai, terbuka, dan bisa dinikmati kapan saja. Menariknya, gerai ini beroperasi 24 jam setiap hari.

Bagi warga Semarang, se’i bukan lagi sekadar hidangan eksotis dari Timur Indonesia. Lewat kehadiran Outlet Dine-in ini, Se’Indonesia menghadirkan se’i sebagai bagian dari rutinitas harian—teman makan siang, pengganjal lapar di malam hari, hingga sajian hangat untuk kebersamaan keluarga.

Co-Founder & CEO Se’Indonesia, Rinaldi Dharma Utama, menjelaskan bahwa pembukaan outlet dine-in ini menjadi langkah lanjutan untuk mendekatkan se’i dengan keseharian masyarakat. Sebelumnya, Se’Indonesia lebih dikenal melalui layanan pesan antar.

“Berangkat dari keinginan menghadirkan daging sapi berkualitas agar bisa dinikmati lebih sering oleh masyarakat luas. Kami ingin mengubah pandangan bahwa hidangan daging sapi yang enak dan berkualitas itu selalu identik dengan sesuatu yang eksklusif atau hanya untuk momen tertentu,” ujarnya, Minggu (21/12/2025).

Semarang dipilih bukan tanpa alasan. Kota dengan karakter multikultural yang kuat ini memiliki lanskap kuliner yang dinamis. Makanan bagi warga Semarang bukan sekadar soal rasa, melainkan juga tentang kenyamanan, kebersamaan, dan kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

“Di Semarang, kebutuhan akan makanan yang enak, rasanya akrab di lidah, berkualitas, tapi tetap terjangkau, menjadi sangat relevan. Pendekatan ini sejalan dengan misi Se’Indonesia,” lanjut Rinaldi.

Pengalaman makan di tempat juga menghadirkan pembeda tersendiri. Setiap menu se’i disajikan di atas hotplate panas. Bukan sekadar menjaga suhu, hotplate membantu mempertahankan tekstur daging tetap empuk dan juicy hingga suapan terakhir, sekaligus memperkuat aroma smokey yang menjadi ciri khas se’i.

Pilihan menu yang ditawarkan pun dirancang untuk mudah diterima berbagai selera. Se’i Original hadir dengan irisan daging lembut bercita rasa gurih dan aroma asap yang kuat. Sementara Se’i Bakar Madu menawarkan perpaduan manis dan gurih dari marinasi madu, kecap, dan rempah-rempah yang seimbang.

Di balik rasa yang bersahabat, terdapat proses pengolahan yang matang. Terinspirasi dari teknik se’i tradisional asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, daging diolah melalui metode slow-cooked yang telah dimodernisasi. Proses ini memungkinkan rasa asap meresap perlahan, menghasilkan tekstur yang konsisten, lembut, dan tetap juicy tanpa mengorbankan kualitas bahan.

“Dengan mengadaptasi teknik pengasapan se’i, kami berupaya menghadirkan hidangan daging bercita rasa Nusantara yang terjangkau untuk dinikmati setiap hari, tanpa mengurangi kualitasnya,” paparnya.

Menurut Rinaldi, kematangan teknik inilah yang membuat se’i relevan sebagai menu harian. Setiap sajian tidak hanya menawarkan rasa yang kuat, tetapi juga konsistensi—menjadikannya pilihan yang bisa diandalkan tanpa harus menunggu momen spesial.

“Di Semarang, makanan sering hadir dalam momen kebersamaan. Kehadiran outlet dine-in ini adalah upaya kami untuk lebih dekat dengan pelanggan,” katanya.

Tak hanya se’i, gerai ini juga menghadirkan beragam menu pendamping seperti gorengan, sosis, hingga pilihan sarapan dan dessert. Fleksibilitas menu ini memungkinkan pelanggan menyesuaikan pilihan makan dengan berbagai suasana, dari santai hingga berkumpul bersama keluarga.

“Ini bagian dari komitmen kami agar hidangan berkualitas, khususnya daging sapi, semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas,” pungkas Rinaldi.

Di kota yang tak pernah benar-benar tidur, se’i kini menemukan rumah barunya, hangat, bersahabat, dan siap menemani keseharian warga Semarang, kapan pun dibutuhkan.(HS)

 

Bank Jateng Fasilitasi Rekening Gaji 3.352 PPPK Pemkab Pemalang

Libur Nataru Diulai, Lebih dari 67 Ribu Penumpang Padati Kereta Api di Semarang