in

Penolakan Pemakaman Perawat Positif Corona di Ungaran, Nitizen Desak Polisi Buru Provokator

Foto tangkapan gambar di grup Facebook.

 

HALO SEMARANG – Kasus penolakan pemakaman jenazah seorang perawat RS Kariadi yang positif corona di Kabupaten Semarang, mendapat sorotan di media sosial.

Banyak nitizen yang bersimpatik atas kasus itu, dan mendesak polisi untuk mengusut provokator penolakan. Apalagi di beberapa grup Facebook, muncul foto-foto yang mengindikasikan ada orang-orang yang diduga menjadi provokator penolakan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sewakul, Ungaran Timur.

Kepolisian harus usut provokator penolakan,” tulis salah satu nitizen di grup Facebook, Jumat (10/4/2020).

Orang yg menolak itu apa ndak kasihan sama keluarga nya dan juga jenasah, padahal meninggalnya pahlawan kita. Coba yg kena keluarganya gimana rasanya ditolak,” tulis nitizen lainnya.

Sebelumnya, rencana pemakaman seorang perawat asal Kabupaten Semarang yang meninggal karena positif corona atau Covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sewakul, Ungaran Timur, akhirnya berubah. Perubahan lokasi pemakaman ini karena ada penolakan sebagian warga.

Humas Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengatakan, sebelumnya pengurus RT setempat sudah sepakat dengan pemakaman perawat tersebut di Sewakul.

“Bahkan sudah dilakukan penggalian makam. Entah dari mana, tiba-tiba ada penolakan oleh sekelompok masyarakat. Padahal informasi awal dari RT setempat sudah tidak ada masalah,” kata Alexander, Kamis (9/4/2020).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengatakan, karena ada penolakan tersebut, akhirnya tempat pemakaman dipindah.

“Oleh keluarga kemudian dimakamkan di Bergota makam keluarga RS Kariadi Semarang. Karena almarhum bertugas di sana,” jelas Gunawan saat dihubungi wartawan.

Gunawan prihatin dengan adanya penolakan tersebut.”Sebenarnya secara medis proses pemulasaran dan pemakaman jenazah sudah aman karena dilakukan oleh petugas khusus, jadi masyarakat tidak perlu kuatir yg berlebihan,” ungkapnya.

Sebegai informasi, berita duka menyelemuti dunia kesehatan di Semarang, Kamis (9/4/2020). Seorang perawat yang bekerja di RSUP Kariadi Semarang dikabarkan telah meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

Perawat warga asal Kabupaten Semarang tersebut dinyatakan positif Covid-19 dan telah menjalani perawatan isolasi di RSUP Kariadi. Sebelumnya, perawat tersebut bertugas menangani pasien di Ruang Gayatri, yang merupakan ruangan khusus pasien lanjut usia di RSUP Kariadi.

Saat ini jenazahnya telah dikebumikan sesuai prosedur penanganan jenazah Covid-19 di TPU Bergota Semarang, setelah sebelumnya mendapat penolakan dari sebagian warga sekitar TPU Sewakul, Ungaran Timur.(HS)

Ganjar: Terima Kasih Warga Jateng yang Tak Mudik, Kebutuhan Dasar Kami Urus

Kesiapan Infrastruktur Kesehatan Jateng, Sulap Rusunawa dan Percepat Rumah Sakit Baru