HALO CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Basarnas resmi mengakhiri operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, dengan menggelar prosesi tabur bunga di dua titik lokasi terdampak, Sabtu (22/11/2025).
Penutupan tersebut dilakukan setelah upaya pencarian berjalan selama sepuluh hari dan keluarga dua korban yang belum ditemukan menyampaikan keikhlasan serta menandatangani persetujuan penghentian operasi.
“Operasi pencarian ditutup pada Sabtu pukul 16.00,” ujar Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, seperti dirilis cilacapkab.go.id.
Sebelum operasi dinyatakan berakhir, pemerintah daerah bersama keluarga korban lebih dahulu melakukan tabur bunga di Worksite A-1 pada pagi hari, lalu di Worksite B-1 pada sore harinya.
Prosesi itu menjadi simbol berakhirnya pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan, yakni Maysarah Salsabila (14) dan Vani Hayati Lanjarsari (12).
Syamsul menekankan bahwa seluruh tahapan pencarian telah mengikuti prosedur operasi SAR.
“Tim sudah bekerja maksimal. Setelah evaluasi dan dialog dengan keluarga, operasi resmi kami tutup,” katanya.
Operasi yang berlangsung tujuh hari dan diperpanjang tiga hari itu melibatkan penggunaan alat berat, penggalian manual, serta pemetaan detail area longsoran.
Hingga penutupan, tercatat 21 korban ditemukan meninggal, sementara dua lainnya dinyatakan hilang.
Seusai pencarian, pemerintah daerah beralih fokus pada penanganan pascabencana, terutama pembangunan hunian sementara.
Lahan seluas 3,9 hektare telah disiapkan untuk sekitar 240 unit hunian sementara yang dirancang sebagai rumah yang dapat dikembangkan menjadi hunian tetap.
“Target kami bulan ini sudah mulai dibangun, minimal 50 unit terlebih dahulu,” ujar Syamsul.
Setiap unit hunian sementara diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu sebelum pemerintah melanjutkan pengajuan pembangunan hunian tetap kepada Kementerian Keuangan melalui BNPB. Sebelum penentuan lokasi pembangunan, PVMBG dijadwalkan melakukan asesmen geologi untuk menentukan area relokasi yang akan menjadi dasar penerbitan SK Bupati sebagai syarat administratif.
Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pencarian terdapat kekurangan.
“Operasi SAR hari kesepuluh kami nyatakan selesai dan ditutup. Dua korban tidak ditemukan, masing-masing satu di lokasi A dan satu di lokasi B,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa Basarnas tetap membuka ruang koordinasi apabila suatu saat muncul temuan baru di lapangan.
Abdullah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan potensi SAR lainnya yang terlibat sejak hari pertama.
Longsor yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) malam itu menimbun permukiman warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, menyebabkan 46 warga terdampak.
Sebanyak 23 orang berhasil selamat, dua meninggal pada hari pertama, dan 21 ditemukan dalam pencarian selama sepuluh hari.
Dua korban yang tidak ditemukan kini dikenang melalui prosesi tabur bunga di lokasi bencana.(HS-08)