in

Pemkot Pekalongan Gelar Lomba Teknologi Tepat Guna

Teknologi Tepat Guna (TTG) incinerator tanpa asap untuk mengolah sampah, hasil inovasi anggota Polri, Aipda Sarwedi. TTG ini keluar sebagai juara lomba yang digelar DPMPPA Kota Pekalongan pada 2023 lalu. (Foto : pekalongankota.go.id)

 

 

HALO PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menggelar Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kota Pekalongan, untuk memberikan ruang bagi masyarakat, dalam menciptakan inovasi yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Acara tahunan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) ini, menjadi wadah bagi para inovator dari berbagai kalangan untuk menunjukkan ide-ide cemerlang mereka dalam penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala DPMPPA Kota Pekalongan, Puji Winarti, seperti dirilis pekalongankota.go.id mengungkapkan bahwa lomba TTG 2025 terbuka untuk umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Para peserta diharapkan mampu menghadirkan inovasi teknologi yang mudah diterapkan, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Adapun tahapan penyelenggaraan lomba ini TTG ini, dimulai sejak November 2024 silam.

Pihaknya sudah mengundang berbagai stakeholder, perangkat kecamatan, kelurahan, perguruan tinggi, fasilitator kelurahan (faskel), karang taruna hingga satuan pendidikan SMA sederajat di Kota Pekalongan, untuk diberi sosialisasi penyelenggaraan lomba.

Dia juga mengatakan sudah diundang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk mendapat penjelasan bahwa TTG tingkat Jawa Tengah akan dimulai pada 24 Februari 2024.

“Sehingga pada awal Februari, kami sudah mulai bergerak mengundang perangkat kecamatan dan kelurahan sebagai lini terdekat, masyarakat untuk menyosialisasikan kegiatan ini secara luas kepada warganya,” kata Puji, baru-baru ini.

Puji menyebutkan, untuk timeline lomba TTG tingkat Kota Pekalongan Tahun 2025 dimulai dari pendaftaran lomba berupa pengumpulan berkas peserta kepada DPMPPA Kota Pekalongan pada 3-10 Februari 2025 (pada saat jam kerja maksimal pukul 17.00 WIB), seleksi administrasi tanggal 11-13 Februari 2025.

Setelah lolos seleksi administrasi, maka nominator-nominator akan diundang untuk penilaian pemaparan inovasi TTG pada 17-19 Februari 2025.

Dalam penilaian pemaparan inovasi ini, akan dilakukan penjurian dari praktisi, perguruan tinggi, dan para ahli di bidangnya sesuai dengan inovasi yang diajukan peserta.

“Pengumuman pemenang akan disampaikan pada tanggal 21 Februari 2025. Setelah itu, kami akan mendapatkan juara 1 nya baik kategori TTG Unggulan maupun kategori TTG inovasi tingkat Kota Pekalongan Tahun 2025, untuk selanjutnya mengikuti lomba serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 pada tanggal 24 Februari 2025,” ungkapnya.

Puji menambahkan, hingga saat ini baru ada 1 peserta yang telah mendaftar dari Kelurahan Kuripan Yosorejo (Kuryos), dengan inovasinya Becak Motor (Bentor) Kuryos untuk kategori TTG Unggulan.

Seperti diketahui, dalam lomba TTG ini ada 2 kategori yakni TTG Unggulan dan TTG Inovasi.

Informasi lebih lanjut tentang persyaratan dan teknis lomba dapat diakses melalui situs resmi atau media sosial DPMPPA Kota Pekalongan atau menghubungi panitia di nomor 0858-6905-6413 atas nama Masmudi.

Ia menjelaskan, pada lomba TTG Tahun 2024 lalu, Kota Pekalongan telah berhasil menjadi Juara 2 pada Lomba TTG tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024 dengan inovasi Mesin Pembatik Otomatis, oleh inovator seorang pemuda bernama Suripto, warga Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

Ia menciptakan mesin pembatik otomatis yang hanya dioperasikan melalui laptop untuk memudahkan proses pembatikan melalui sketsa corak batik digital.

Mesin ini mengurangi waktu pengerjaan secara signifikan. Desain batik yang rumit yang biasanya memakan waktu berhari-hari hingga satu minggu, kini dapat diselesaikan dalam 15 jam.

Melalui Lomba TTG 2025 ini, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum.

Lomba ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari laboratorium besar atau perusahaan teknologi. Terkadang, ide-ide sederhana dari masyarakat justru bisa memberikan dampak besar.

Persyaratan lomba adalah mengumpulkan dokumen usulan, terdiri atas surat pernyataan yang dilampiri dengan fotokopi KTP inovator dan profil TTG.

Profil TTG tersebut berupa proposal singkat dan foto dokumentasi inovasi, informasi inovasi TTG, identitas pengusul, latar belakang alat yang dikembangkan, video penggunaan, manfaat, spesifikasi, cara kerja, kelemahan dan kelebihan alat, serta informasi pendukung lainnya.

Dia berharap inovasi yang diciptakan bisa menjadi solusi permasalahan di Kota Pekalongan.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak lagi masyarakat yang berpartisipasi ikut lomba ini. Untuk pemenang TTG ini mendapatkan trophy, sertifikat, dan uang pembinaan,” kata dia. (HS-08)

Wujudkan Ketahanan Pangan, Dispaperta Cukupi Kebutuhan Masyarakat di Batang

Semua Korban Bencana Alam di Kabupaten Pekalongan Akan Dapat Bantuan