HALO PATI – Peran Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan gerakan satu organisasi perangkat daerah (OPD) satu desa dampingan di Kabupaten Pati, sangat dibutuhkan, untuk mempercepat penurunan kasus stunting dan kemiskinan di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Dispermades Kabupaten Pati, Sudiyono, Jumat (19/8/2022) di Ruang Penjawi Setda Kabupaten Pati.
“Dalam percepatan penurunan stunting dibutuhkan keterlibatan semua pihak dan salah satunya adalah dengan program Bapak Asuh Anak Stunting,” kata dia, seperti dirilis patikab.go.id.
Selain BAAS, gerakan satu OPD satu desa dampingan juga berperan penting untuk penanggulangan kemiskinan.
Menurut dia, komitmen bersama harus dibangun dan action nyata harus dilaksanakan, dengan cara intervensi dan konvergensi penurunan angka stunting dan melakukan hal nyata dalam penanggulangan stunting.
Dia berharap masyarakat, institusi, perusahaan, dan stakeholder, dapat secara aktif bersama-sama menjadi BAAS, untuk terlibat aktif dalam melakukan intervensi dan memberi bantuan penanganan stunting.
Bantuan dapat berupa pemberian makanan tambahan dan upaya mencukupi asupan gizi baik bagi balita stunting, sesuai amanat Perpres 72 tahun 2021.
“Dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Pati telah melakukan berbagai upaya sejak sebelum pandemi sampai sekarang, dengan membentuk tim sampai action plan dan melakukan action yang nyata, dan Alhamdulillah mendapatkan hasil. Di posisi saat ini angka stunting Kabupaten Pati di posisi sekitar 20% dengan target nasional 2024 nanti di posisi angka 14%,” jelasnya. (HS-08).