in

Pemkab Blora Minta Bantuan Kementerian PUPR Tangani Longsor Sungai Lusi

Tim DPUPR Blora meninjau lokasi longsor di Dukuh Sasak RT/ 04 RW/ 02 Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, untuk menangani longsor di Dukuh Sasak RT/ 04 RW/ 02 Desa Buluroto Kecamatan Banjarejo.

Hal itu disampaikan Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR, Surat ST MT, ketika meninjau lokasi longsor tersebut. Peninjauan dilakukan untuk menindaklanjuti laporan dari warga.

Kepala DPUPR Blora Ir Samgautama Karnajaya MT melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR, Surat ST MT, menjelaskan mengingat lokasi longsor berada di Sungai Lusi, kewenangan penanganannya menjadi kewenangan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR Dirjen SDA lewat BBWS Pemali Juana Semarang.

“Hasil inspeksi kami hari ini di lapangan akan kami sampaikan dan koordinasikan ke BBWS Pemali Juana agar dapat dilakukan tinjauan lapangan guna penanganan daruratnya,” kata Surat, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Untuk rencana penanganan permanennya, saat ini Dirjen SDA Kementerian PUPR sedang melaksanakan kajian mengenai proyek manajemen Pengendalian Banjir Wilayah Sungai Seluna, melalui rencana pembangunan check dam Long Storage yang konstruksinya direncanakan akan dibangun di Sungai Lusi Desa Buluroto dan Desa Sumberagung Kecamatan Banjarejo serta sungai Lusi Desa Plumbon Kecamatan Ngawen.

“Di mana kajiannya sampai saat ini masih berlangsung dan berakhir pada tahun 2022 ini,” terangnya.

Kajian tersebut, menurut Surat, sebenarnya sudah dimulai pada tahun 2021 kemarin dan sudah melakukan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) mengenai studi LARP nya di ketiga desa tersebut, dan masyarakat mendukung penuh demi terlaksananya Proyek Manajemen Pengendalian Banjir Wilayah Sungai Seluna khususnya DAS Lusi bagian hulu yang membentang di Kabupaten Blora.

“Kita doakan saja agar rencana proyek manajemen pengendalian banjir di wilayah sungai Seluna khusunya di DAS Lusi hulu tersebut semoga dapat segera terealisasi di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Sehingga hal ini akan sangat bermanfaat untuk pengendalian banjir dan mengurangi bencana tanah longsor disepanjang sempadan DAS Lusi yeng membentang di Kabupaten Blora.

Pihaknya menyebut, Kades setempat bisa membuat surat permohonan untuk penanganan darurat jika itu akibat erosi sungai Lusi, ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Jl. Brigjen S. Sudiarto No. 375 Semarang.

“Nanti dinas kami (DPUPR) juga ditembusi, untuk kami bantu komunikasikan ke Pemerintah Pusat melalui BBWS,” jelasnya.

Adapun tembusan lain suratnya kepada 1. Kepala BPBD Kabupaten Blora, 2. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora.

“Agar secepatnya kami tangani,” ucapnya.

Sejumlah rumah warga di bantaran Sungai lusi, Dukuh Sasak, Buluroto, Kecamatan Banjarejo, kabupaten Blora, Jawa Tengah terancam longsor karena gerusan erosi dari Sungai Lusi.

Hal ini terjadi karena pinggiran sungai tersebut tergerus derasnya arus sungai pada saat banjir, bahkan kondisi ini semakin mengkawatirkan warga, ketika terjadi hujan deras.

Salah satu pemilik rumah Muchamad Amin (71), warga RT04/RW02, Dukuh Sasak, Desa Buluroto, mengaku telah puluhan tahun bertempat tinggal di pinggiran sungai tersebut.

Bahkan Saat ini kondisi rumahnya sangat mengkhawatirkan. Apalagi, jika hujan deras dan permukaan sungai naik masalah pertama yang harus dihadapinya yakni banjir, yang mengakibatkan bergeraknya tanah dan kawatir rumah miliknya longsor akibat erosi aliran sungai.

“Kalau hujan deras pastinya sedikit demi sedikit tanah di pondasi belakang rumah saya akan longsor. Kalau tidak segera dibuat perkuatan tebing kami kawatir rumah kami akan longsor tergerus erosi sungai,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, dulu jarak antara sungai dengan rumahnya cukup jauh namun karena sering banjir di kali Lusi lambat laun jarak ini semakin sempit.

Dirinya berharap agar pemerintah daerah maupun pusat agar memperhatikan kondisinya bersama warga lainnya.

“Semoga segera diperbaiki mas, dan kami ingin kepedulian pemerintah kami maupun pusat untuk segera turun menangani kejadian ini, kepada siapa lagi kami harus mengadu kalau bukan pada pemerintah. Kami butuh bantuan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Buluroto, Margono mengakui lokasi tersebut bukan kali ini saja longsor. Namun kondisi yang saat ini lebih mengkawatirkan.

“Dulu, tahun 2017 juga pernah terjadi longsing. Namun kondisinya longsor kali ini lebih mengkhawatirkan,” terang Margono.

Kades Buluroto, Margono sudah mengusulkan kepada dinas terkait. “Setiap Musrenbang, kami selalu mengusulkan dan memasukkan lokasi ini agar dibangun penahan agar tanah tidak longsor,” terang Margono.

Bahkan, lanjut Margono, sudah pernah dilakukan sosialisasi terkait pembangunan di daerah aliran sungai (Dasar) Lusi dari Kementerian PUPR. (HS-08).

PSIS Cari GM untuk Urusi Bisnis dan Marketing, Ini Kriterianya

Blora Menyapa, Bupati Ajak Warga Ikut Vaksin Booster