in

Pembangunan Pasar Brangsong Baru akan Dilengkapi Rest Area Jalur Pantura

Proses pembangunan pasar tradisional Desa Brangsong yang masih berjalan, Jumat (17/3/2023).

HALO KENDAL – Pasar tradisional Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, yang sudah berdiri sejak zaman Belanda kini mulai dibangun kembali.

Pasar Desa Brangsong yang berdiri di atas lahan seluas 2.104 meter persegi tersebut, kondisinya sudah rusak dan tidak layak huni, serta sering terkena banjir. Belum lagi, pasar masih beralas tanah. Sehingga kadang becek ketika musim hujan.

Proses pembangunan pasar sudah dimulai sejak Agustus 2022 lalu, yang diawali dengan pembongkaran bangunan lama dan pengurukan lahan.

Selama proses pembangunan, pedagang lama Pasar Desa Brangsong direlokasi di lokasi yang masih berada di wilayah desa setempat.

Seorang warga Desa Brangsong, Muhammad Anas mengaku, dengan kondisi pasar yang lebih nyaman akan menarik pengunjung, sehingga omset pedagang meningkat. Yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan para pedagang.

“Menurut saya, dan teman-teman pedagang juga yakin, setelah selesai dibangun dan di pindah ke sini, otomatis omzet pedagang meningkat dan lebih tinggi dibandingkan dengan yang lama,” ungkapnya, Jumat (17/3/2023).

Sementara Kepala Desa Brangsong, Muhammad Asnawi mengatakan, pembangunan pasar desa itu atas permintaan para pedagang sendiri, karena dirasa tidak nyaman bagi penjual maupun pembeli.

Dirinya menyebut, dana yang dibutuhkan sebesar Rp 3,1 miliar, yaitu dari swadaya para pedagang sebesar Rp 2,7 miliar dan sisanya dibantu anggaran Dana Desa.

“Para pedagang sendiri yang meminta dibangun. Karena pasar ini sudah lama kondisinya tidak layak huni, lantainya juga masih berupa tanah,” ujar Kades.

Asnawi menambahkan, nantinya bangunan pasar tetap seperti pasar sebelumnya, yaitu berupa kios dan los dengan penambahan fasilitas toilet dan mushola.

Selain itu, juga disediakan area parkir yang lebih luas. Sehingga bisa dijadikan rest area bagi pengguna jalan Pantura.

“Pembangunan pasar harus selesai pada Agustus 2023 mendatang. Sesuai dengan masa kontrak tempat relokasi para pedagang,” imbuh Asnawi.

Kades berharap, dengan pasar yang baru nanti, kondisi pasar lebih rapi dan bersih, sehingga semakin banyak pembeli. Dengan demikian akan meningkatkan perekonomian para pedagang.

“Kami berharap, pembangunan pasar bisa meningkatkan perekonomian pedagang ataupun masyarakat Desa Brangsong,” ungkapnya. (HS-06)

 

Ngatmombilung dan Capt Kris Meriahkan Acara Puncak HUT ke-36 SMAN 14 Semarang

Hadiri Istigasah, Presiden Apresiasi Masyarakat Melayu-Banjar Junjung Adat Ketimuran