in

SDN 3 Parakan Temanggung Gelar Manasik Haji bagi Siswa, Kepala Sekolah : Anak-Anak Lebih Antusias

Manasik haji SDN 3 Parakan Kauman di Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. (Foto : temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Parakan Kauman di Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan simulasi manasik haji bagi anak didiknya untuk mengenalkan rangkaian ibadah haji.

Kepala SDN 3 Parakan Kauman, Lina Mar’atus Sholihah, baru-baru ini mengatakan, kegiatan manasik bagi anak memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada rukun Islam kelima, tetapi juga belajar tentang disiplin, kesabaran, kebersamaan, dan kepatuhan dalam beribadah.

“Pada kegiatan manasik ini, kami membuat miniatur pelaksanaan ibadah haji, seperti tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga lempar jumrah. Dengan metode pembelajaran praktik seperti ini, kami menilai lebih mudah dipahami anak dibandingkan hanya melalui teori di dalam kelas,” kata dia, seperti dirilis temanggungkab.go.id.

Ia menyampaikan, bahwa kegiatan manasik haji menjadi media edukasi yang menyenangkan, sekaligus bermakna bagi anak-anak.

“Tentunya anak-anak lebih antusias ketika belajar sambil praktik langsung. Mereka dapat mengenal tata cara ibadah haji dengan cara yang sederhana dan sesuai usia,” ujarnya.

Selain memperkenalkan ibadah haji, kegiatan ini juga melatih motorik, kemampuan sosial, dan rasa percaya diri anak. Bahkan pada kegiatan ini siswa juga dilatih untuk gemar menabung agar kelak bisa menunaikan ibadah haji.

“Pendidikan karakter berbasis agama memang menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan anak usia dini. Karena itu, kegiatan simulasi manasik haji akan kami lakukan secara rutin sebagai bagian dari pembelajaran spiritual dan moral anak,” tuturnya.

Menurut Lina, dengan pendekatan yang menyenangkan dan edukatif, simulasi manasik haji tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga sarana efektif dalam membentuk karakter religius generasi muda.

Salah seorang siswa, Kikandrya Maheswari Nayyara, menyambut positif kegiatan simulasi manasik haji yang diikuti bersama teman-temannya.

Ia mengaku senang dapat belajar langsung mengenai tata cara ibadah haji melalui praktik yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuat dirinya lebih mengenal proses pelaksanaan haji, seperti tawaf dan sa’i, sekaligus menambah semangat untuk belajar agama sejak usia dini. (HS-08)

Parade Sepeda Kostum Unik Semarakkan Puncak Klic Fest 2026

Hadiri Workshop Pemanfaatan Medsos, Dinkominfo Temanggung : Generasi Z dan Milenial Miliki Keunggulan