in

Pembangunan Jembatan Gantung Gempolsewu Kendal, Ternyata Ada Peran Anggota Komisi V DPR RI

Gambar rencana Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Kalikuto di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal, Kamis (5/10/2023).

HALO KENDAL – Ada sekelumit pengakuan dari masyarakat di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, terkait terlaksananya pembangunan Jembatan Gantung Sungai Kalikuto, yang pelaksanaan pembangunan dimulai Kamis (5/10/2023).

Menurut Pudjiharto warga setempat, awal mula adanya rencana pembangunan jembatan gantung, bermula dari keluhan warga yang telah bertahun-tahun kesulitan untuk akses beberapa dusun yang ada di seberang bagian Barat Sungai Kalikuto.

“Ini ada historinya. Jadi sudah lama masyarakat Desa Gempolsewu punya idaman, bagaimana kalau di tempat kita ada jembatan yang menghubungkan antardusun di Desa Gempolsewu, di wilayah Timur sungai dan sebelah Barat Sungai Kalikuto ini,” terangnya memulai cerita.

Kemudian, lanjut Pudjiharto, dirinya yang juga sebagai Ketua KUD Mina Jaya Kendal tersebut menyampaikan keluhan-keluhan warga kepada Anggota Komisi V DPR RI dari dapil Jawa Tengah 1, Fadholi, yang juga Ketua Bapilu Partai NasDem Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, ini berkat seringnya kami menyampaikan program kepada beliau, Bapak Fadholi. Kebetulan pada saat itu beliau berada di Jakarta, saya ditelepon tengah malam. Beliau menanyakan apakah di tempat kami masih membutuhkan jembatan untuk akses warga, dan saya menjawab masih bapak. Kemudian beliau mengajak kami untuk bertemu dan membicarakan terkait hal tersebut,” bebernya.

Sebelumnya, lanjut Pudjiharto, Fadholi juga meminta nomor telepon Kepala Desa Gempolsewu, Charmadi. Setelah itu Fadholi berkomunikasi dengan kepala desa.

“Selang harinya, saya ditelepon Bapak Fadholi dan meminta untuk datang ke Solo. Beliau bilang, saya di Solo, ayo ke sini kita rembugan terkait rencana pembangunan jembatan gantung. Kemudian saya bersama Pak Muhlisin (orang kepercayaan Fadholi-red) dan menghadap Bapak Fadholi di Solo. Di sana beliau menyatakan, ya jembatan gantung posotif dibangun di Desa Gempolsewu,” lanjutnya.

Selanjutnya, baik Fadholi, Kepala Desa Gempolsewu dan Pudjiharto bertemu dan membicarakan bersama di Desa Penyangkringan, Weleri. Sehingga proses pembangunan jembatan gantung terus berlanjut, hingga kegiatan groundbreaking.

“Waktu itu beliau ada kegiatan di Balai Desa Penyangkringan, kemudian kami bertemu dan membahas rencana program. Bahkan kami membahasnya dengan santai di teras masjid waktu itu. Alhamdulillah, akhirnya terwujud dan hari ini dilaksanakan groundbreaking,” imbuhnya.

Namun dalam perjalanan, menurut Pudjiharto ada sedikit kendala. Yaitu tanah-tanah yang untuk jalan itu ada yang menyentuh tanah milik warga. Karena setahu dirinya, tanah-tanah tersebut milik PSDA, tapi ternyata ada juga tanah milik warga.

“Pada saat itu bapak (Fadholi) juga menyampaikan, supaya masyarakat dan pemerintah desa ada yang nyengkuyung dengan swadaya, bagaimana caranya mencarikan tanah,” ujarnya.

Dalam proses tahapan dan pendekatan dengan warga, akhirnya sudah selesai terkait tanah milik warga. Cuma ada satu bidang tanah, yang pemiliknya adalah orang Blitar, yang meminta untuk dibeli keseluruhan, bukan diganti-rugi sebagian.

Kemudian atas kesepakatan bersama, hasil dari berembug Pudjiharto dengan kepala desa dan perangkatnya, untuk menyampaikan hal tersebut kepada Fadholi. Selanjutnya Fadholi menyanggupi untuk mebeli sebidang tanah milik warga tersebut.

“Alhamdulillah harapan dari 3.000 lebih warga lima dusun yang berada di barat Sungai Kalikuto terkabul, yaitu jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Barat dan Timur sungai. Semoga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

“Kami sebagai warga Desa Gempolsewu mengucapkan terima kasih kepada bapak Fadholi yang telah mengajukan dan mengawal aspirasi kami, sekaligus semua bantuannya kepada desa kami,” pungkas Pudjiharto.(HS)

Coockies Lele, Produk UMKM Penanganan Stunting Yang Akan Dipresentasikan Mbak Ita ke Megawati

Tingkatkan Kompetensi, Guru Seni Budaya Boyolali Gelar Karya di Gelanggang Anuraga