HALO SEMARANG – Pedagang grosir buah Johar mulai menempati lapaknya yang baru di relokasi pasar Klitikan Penggaron pada akhir bulan September. Semula pedagang grosir buah berjualan di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Tapi karena sewa lahannya telah habis sehingga harus melanjutkan aktivitas berjualannya ke Pasar Klitikan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, pedagang grosir buah Johar sudah pindah menempati lapaknya di dua blok besar di Pasar Klitikan Penggaron. Meski saat ini pedagang telah pindah ke relokasi Pasar Klitikan, pihaknya tetap berupaya segera membenahi sejumlah fasilitas dan sarana pendukung bagi pedagang yang perlu untuk diperbaiki.
“Proses kepindahan pedagang dilakukan dengan seremoni, setelah diresmikan pada Rabu (28/9) malam. Kemudian besoknya atau Kamis (29/9/2022) kemarin, pedagang mulai menempati lapaknya yang baru. Dan harapan kami mereka bisa tertampung semua dan berangsur- angsur meninggalkan lokasi MAJT agar tertata semuanya di relokasi, sembari kami menyiapkan penataan pedagang di Shopping Johar Centre (SJC),” jelasnya, Senin (3/10/2022).
“Memang kondisi dari lapak pedagang grosir buah di Pasar Klitikan saat ini dianggap cukup untuk berjualan, sedangkan untuk sarana pendukung masih belum sempurna tapi yang masalah terpenting sudah ada, sedangkan pembenahan sarana dan prasarana pendukung sambil jalan. Paling tidak kebutuhan pokoknya terpenuhi,” lanjut Nurkholis.
Terkait masalah kebersihan dan keamanan, pihaknya meminta peran serta dari pedagang untuk ikut menanganinya.
“Kebersihan monggo terserah pedagang bisa menunjuk kelompok swadaya masyarakat (KSM) untuk menangani sampah pedagang disana, kemudian dari sisi keamanan, kami mohonkan juga ada Pamswakarsanya. Jadi untuk kebutuhan bersama dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan bisa berjalan,” paparnya.
Sedangkan tanggungjawab untuk mengangkut sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mejadi tanganggunjawabnya DLH (Dinas Lingkungan Hidup).
“Kami sudah berkoordinasikan dengan DLH masalah penanganan sampah itu,” katanya.
Di lapaknya yang baru, pedagang mendapatkan tempat berupa petak -petak dari yang terkecil yaitu seluas 2×2 meter.
“Jadi kami bagi berdasarkan lapaknya dulu, dibagi dengan proporsional. Artinya jika mereka dulunya punya lapak kecil, nanti dapatnya kecil. Kalau dulu dapatnya lebih luas, ya juga ditambah lagi,” pungkasnya. (HS-06)