in

Pantau Layanan Haji, Timwas DPR Gelombang II Berangkat ke Arab Saudi

Anggota Timwas Haji DPR RI Ina Ammania di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (30/5/2025), sebelum berangkat ke Arab Saudi. (Foto: dpr.go.id)

 

HALO SEMARANG –  Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI gelombang kedua, akan bergerak melakukan pengawasan terhadap layanan pemondokan, konsumsi, transportasi, dan kemudahan sistem Nusuk di Arab Saudi.

Diketahui Timwas Haji gelombang kedua ini masuk melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dan melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Ina Ammania menyatakan pihaknya segera melakukan pengecekan lapangan, begitu tiba di Jeddah.

Hal ini untuk memastikan layanan yang diberikan kepada jemaah, sesuai dengan kontrak dan kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan pihak penyelenggara haji (syarikah).

“Tim dua masuk ke Jeddah dulu, karena setelah ke Jeddah baru ke Makkah. Tentunya yang kami sikapi adalah pemondokan. Sesuai nggak? Sesuai dengan yang kita berikan kepada jemaah dan syarikah,” kata Ina, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (30/5/2025), menjelang keberangkatan ke Jeddah.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, selain pemondokan, Timwas juga mengecek kualitas konsumsi jemaah.

“Yang kedua adalah katering. Mereka mendapatkan sesuai nggak dengan apa yang sudah kita bahas di DPR,” ungkapnya.

Menurutnya, layanan transportasi termasuk operasional bus shalawat juga menjadi perhatian khusus, terutama menyangkut jadwal keberangkatan dan ketersediaan kendaraan yang melayani jemaah menuju Masjidil Haram.

“Kita juga akan melihat kendaraan untuk Bus Sholawat ini sampai jam berapa nanti selesainya. Karena kebanyakan jemaah Indonesia ini seringnya ke Masjidil Haram,” jelas Ina.

Ia juga menyoroti pentingnya kemudahan akses aplikasi dan layanan Nusuk yang merupakan bagian dari proses perizinan dan manajemen ibadah selama di Tanah Suci.

Ina menekankan pentingnya peran ketua kloter dalam menyiapkan data Nusuk jemaah sesaat setelah tiba di Makkah.

“Nah yang saya garis bawahi lagi untuk (Penerbitan) Nusuk ini dipermudah. Sehingga jemaah sampai di Makkah itu seyogyanya ketua kloter itu sudah mempersiapkan Nusuk-nya untuk jemaahnya,” tandasnya.

Sementara itu Kementerian Agama menyebutkan, data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama RI, hingga Jumat (30/5/2025) siang menyebutkan sebanyak 100 warga negara Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci.

Sebagian besar dari mereka yang meninggal adalah laki-laki dan lanjut usia. Dari 100 orang itu, sebanyak 62 persen adalah laki-laki dan 38 persen perempuan.

Dari sisi usia, 53 persen termasuk kategori lanjut usia, sementara 47 persen berada dalam rentang usia produktif 41–64 tahun.

Selain itu, terdapat ratusan orang yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit Arab Saudi, baik karena dehidrasi, hipertensi, maupun infeksi saluran pernapasan.

Sementara itu, sejumlah jemaah masih menghadapi kendala teknis terkait penerbitan dokumen Nusuk, yang berdampak pada akses layanan selama berada di Makkah, termasuk kesulitan mendapatkan jadwal kunjungan ke Raudhah maupun mobilisasi saat puncak ibadah haji.

Timwas DPR meminta Kementerian Agama RI dan pihak muassasah segera menuntaskan kendala teknis tersebut agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah jemaah. (HS-08)

Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI Ingatkan Adanya Risiko Ricuh Akibat Perubahan Sistem Syarikah

Wamenpar Hadiri UN Tourism Executive Council 123rd Session di Spanyol