HALO KENDAL – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kendal menggelar Rakor Kehumasan bersama Panwaslu Kecamatan dan Media, yang mengambil tema “Optimalisasi Peran Media Sebagai Kerja Kehumasan dalam Pengawasan Pemilu” di Kantor Bawaslu Kendal, Selasa (28/11/2023).
Saat membuka acara, Komisioner Bawaslu, Muhammad Habibi mengatakan, sinergitas dari Panwas Kecamatan, Polres dan media di Kendal sangat dibutuhkan dalam ikut serta mengawal tahapan Pemilu 2024.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan sinergitas dalam penyelenggara pemilu. Sehingga bisa melaksanakan tugas dan kewenangan masing-masing dengan baik serta menciptakan pemilu di wilayah Kabupaten Kendal tetap kondusif,” ujarnya.
Sementara Sonakha Yuda dari Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan materi terkait Optimalisasi Peran Media dalam Pengawasan Pemilu. Dijelaskan beberapa peran media dalam pengawasan Pemilu.
“Ada lima peran media dalam pengawasan pemilu, yaitu pemberi informasi yang objektif, pemantau pelaksanaan pemilu, menyoroti pelanggaran dan kecurangan, mendorong partisipasi masyarakat, dan sebagai forum diskusi publik,” ujarnya.
Sonakha memaparkan, dalam memberi informasi yang objektif, media bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang akurat, objektif dan seimbang tentang kandidat, partai politik dan isu-isu yang relevan dengan pemilu. Dengan demikian, masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi.
Selanjutnya dalam hal memantau pelaksanaan pemilu, media ikut memantau dan melaporkan proses pelaksanaan pemilu. Termasuk pengaturan, prosedur pemungutan suara, dan pelanggaran yang mungkin terjadi selama proses pemilu. Melalui liputan, media dapat mengidentifikasi masalah dan memperjuangkan transparansi dalam pemilu.
“Sementara untuk menyoroti pelanggaran dan kecurangan, media memainkan peran penting dalam mengungkapkan pelanggaran hukum, kecurangan atau manipulasi yang terjadi selama pemilu. Liputan itu membantu memastikan integritas proses demokratis,” beber Sonakha.
Kemudian, lanjutnya, peran media mendorong partisipasi masyarakat melalui kampanye informasi dan liputan yang memotivasi partisipasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih dan terlibat dalam proses politik.
“Yang terakhir yaitu membuat forum diskusi politik, dimana media menjadi tempat dari berbagai sudut pandang dan pendapat bisa didengar. Bisa melalui diskusi, wawancara dan debat di media, dalam membantu masyarakat untuk memahami posisi kandidat dan isu-isu penting,” papar Sonakha.
Pada kesempatan tersebut dirinya juga mengingatkan, media bisa terpengaruh oleh kepentingan politik atau komersial. Terutama kepada para pemilik media yang menjadi pendukung salah satu kandidat, baik capres dan cawapres maupun caleg.
“Oleh karena itu, kritis dalam mengonsumsi informasi dari berbagai sumber media dan mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda juga merupakan hal yang sangat penting dalam pemantauan pemilu,” imbuh Sonakha.
Dalam sesi tanya-jawab, Ketua PWI Kendal Agus Umar menyoroti terkait penertiban baliho salah satu calon yang dipasang di jalan protokol Kendal. Kemudian salah satu wartawan Kendal, Slamet Priyatin meminta ketegasan Bawaslu dalam penindakan pelanggaran. (HS-06).