HALO KENDAL – Setelah menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kendal, ratusan warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong bersama BEM Kendal melanjutkan aksinya di depan Kantor Bupati Kendal, Senin (22/6/2026).
Sambil berjalan dari gedung DPRD menuju kantor bupati, para peserta aksi terus menyuarakan penolakan terhadap aktivitas galian C di desanya, sambil membentangkan berbagai poster bernada tuntutan.
Sesampainya di depan gerbang kantor bupati, massa ditemui Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi dan Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq.
Benny Karnadi yang juga Ketua Satgas MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan) kepada peserta aksi menyampaikan terima kasih, karena telah datang dan menyampaikan aspirasi dengan damai.
“Selamat datang di rumah kita semua, di Kantor Bupati Pendopo Kabupaten Kendal, saya merasa berdosa dengan kedatangan bapak-ibu warga Tunggulsari dan para mahasiswa, untuk menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Kendal. Mohon maaf baru sekarang saya bertemu langsung dengan warga Tunggulsari,” ungkapnya.
Benny percaya, aksi para warga adalah gerakan moral. Bahkan ia menyebut, bahwa aksi tidak terafiliasi dengan partai politik. Menurutnya, pemerintah butuh dikritik dan dikasih masukan, karena yang anti kritik adalah pemerintah yang otoriter.
“Di Kabupaten Kendal tidak ada pembungkaman terhadap penyampaian aspirasi maupun kritikan kepada pemerintah. Ini janji kami, janji Forkopimda,” tandasnya.
Berkaitan dengan tambang Tunggulsari, Benny juga menyampaikan, selama 1,5 tahun menjabat, dirinya mengaku sedih dengan problem lingkungan dan problem ekonomi, yang rusak dimana-mana.
“Kebetulan menjadi awal kita semua Pemerintah Kabupaten Kendal melihat kondisi yang sebenarnya. Siapa yang diuntungkan, siapa yang dirugikan. Kita semua berharap ke depannya, semua menjadi lebih baik,” ujarnya.
Senada diungkapkan Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq. Dirinya mengaku, telah mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan peserta aksi, saat di depan gedung DPRD Kendal.
“Insya-Allah kami berkomitmen, dan nanti bisa direpost bagaimana kelanjutannya. DPR 24 jam menerima aduan dari bapak-ibu semuanya, dan apa yang disampaikan hari ini. Jadi nanti kita lanjutkan dengan dialog bersama,” ujarnya.
Kemudian para peserta aksi diajak berdialog dengan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Ketua DPRD bersama Wakil, Sekda Kendal, serta Kepala OPD, di gedung Abdi Praja Setda Kendal.
Usai dialog, Bupati mengucapkan terima kasih atas penyampaian aspirasi dan pendapat dari warga Desa Tunggulsari dan BEM Kendal. Menurutnya, hal itu sebagai bahan evaluasi dan masukan yang berharga untuk perbaikan.
“Terkait isu nasional, tentunya kami melalui DPRD akan menyampaikan kepada pemerintah pusat. Nah terkait isu daerah yaitu tambang, melalui Satgas MBLB akan segera menindaklanjuti tanpa menunggu lama,” ujarnya.
Bupati menegaskan, Satgas MBLB akan mendatangi Balai Desa Tunggulsari, untuk mengambil berkas hasil Musdesus, yang menurut lapotan dilaksanakan pada Minggu malam (21/6/2026).
“Melalui Satgas MBLB, kami akan mengambil tindakan, apabila ditemukan aktivitas (tambang) yang tidak berizin, bahkan bisa menutupnya. Kalau tidak berizin, pemda mempunyai kewenangan untuk menutup,” tandasnya.(HS)


