HALO KENDAL – Selain Lomba Pawai Keagamaan, acara peringatan Hari Santri 2022 Kabupaten Kendal juga diisi dengan bazar produk unggulan dari pondok pesantren dengan tema “One Pondok, One Produk” di Alun-alun Kendal, Rabu (26/10/2022).
Sekitar puluhan pondok pesantren yang ada di Kendal ikut menyajikan aneka produk unggulannya masing-masing. Baik makanan maupun minuman dan juga produk kreasi.
Di antaranya dari Ponpes Sabilun Naja Gemuh menyajikan beraneka makanan dan minuman. Kemudian Ponpes Darul Muqorrobin dengan produk batik.
Sementara Ponpes Salafiyah Annahdliniyyah Curug Sewu, Patean dengan pengolahan kopi, Ponpes Manba’ul Hikmah Kaliwungu dengan aneka jajanan kerupuk.
Selanjutnya, dari Pimpinan Ranting NU Jatipurwo, Rowosari menyajikan aneka keripik dan Ponpes Roudlotul Muchtajin Cepiring dengan bermacam jajanan tradisional.
Sedangkan Ponpes Wasilatul Huda, Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh, menyajikan beraneka hiasan replika dari limbah kayu, botol dan kawat bekas.
Menurut Ketua Pondok Wasilatul Huda, Ahmad Mahrozi, pemanfaatan limbah yang dijadikan berbagai kreasi hiasan adalah hasil karya dari para santri di ponpesnya.
“Ada kreasi dari limbah kayu yang dibuat hiasan dinding, hiasan rak dan sebagai piagam penghargaan. Kemudian untuk kerajinan botol bekas dijadikan sebagai media lukis beraneka warga. Dan untuk kawat bisa dibuat untuk replika pohon bonsai,” jelasnya.
Sedangkan untuk pemasaran, lanjut Mahrozi, pihaknya mengandalkan lewat media sosial dan pameran saat ada event.
“Harapan kami, produk asli buatan santri ini bisa lebih dikenal luas dan bisa lebih mudah dipasarkan,” imbuhnya.
Ketua Panitia Hari Santri 2022 di Kabupaten Kendal, Idris Nur mengatakan, rangkaian kegiatan Hari Santri 2022 dengan Lomba Pawai Keagamaan dan Bazar One Pondok One Produk, bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan pendidikan kepada para santri di luar pendidikan Alquran.
Selain itu, juga digelarnya kegiatan bazar, para santri bisa menunjukkan kreatifitas dalam membuat aneka olahan makanan atau minuman, dan juga hasil kresasi lainnya.
“Harapannya dengan kegiatan ini, bisa meningkatkan kualitas para santri. Apalagi hari santri itu sekarang bukan hanya milik warga NU (Nahdlatul Ulama), tapi milik warga Negara Indonesia. Ini menjadi kebanggaan, dan para santri tidak dipandang sebelah mata,” ungkap Idris.
Sementara dari Ponpes Darul Amanah Sukorejo menampilkan produk roti Amanah. Menurut salah satu santriwati, Zidni Riska, produk roti yang dibuat oleh para santri, sudah ada PIRT dan dijamin halalnya.
“Produk roti ini sudah dibuat selama lima tahun oleh para santriwan dan santriwati Ponpes Darul Amanah Sukorejo,” terangnya.
Dengan mengusung konsep dari santri untuk santri, lanjut Zidni, pemasaran produk baru dilakukan di lingkungan Ponpes Darul Amanah, yang merangkul delapan koperasi, yang telah bekerja sama dengan Ponpes Darul Amanah.
“Selama ini, untuk pemasaran baru untuk para santri di lingkungan Ponpes Darul Amanah saja. Selain itu, saat ada kegiatan atau acara, kami ikut dan menjual produk kami,” ungkapnya.
Produk lain yang ditampilkan, yakni dari Ponpes Al Amin, Desa Galih, Kecamatan Gemuh, yakni berupa minuman dari bahan kayu secang dan bunga rosela, kemudian makanan keripik pisang, petis untuk tahu, rengginan dan sebagainya.
Menurut Santriwati Ponpes Al Amin, Lia Lailatul Affa menjelaskan, selama pondok pesantrennya bermitra dengan para pelaku UMKM setempat. Yang kemudian menjual produk melalui koperasi yang ada di ponpesnya.
“Kita bermitra dengan UMKM desa, kemudian kita juga diajarkan berwirausaha. Lha produk UMKM dipasarkan melalui koperasi yang ada di depan ponpes. Jadi para santri maupun warga bisa membeli di koperasi,” jelasnya. (HS-06)