in

Obat Terlarang Kini Sasar Pelajar SMP dan Dijual di Warung, Wakil Wali Kota Tegal Minta Anak Jangan Dihakimi

Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah berkunjung ke BNN Kota Tegal, Selasa (7/4/2026). (Foto : tegalkota.go.id)

 

KOTA TEGAL – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal mencatat sudah sebanyak 26 pelajar, menjalani rehabilitasi akibat kasus penyalahgunaan obat terlarang sejak awal Januari 2026. Mereka rata-rata adalah pelajar setingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Hal itu diungkapkan Kepala BNN Kota Tegal Kunarto, ketika menerima kunjungan Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Selasa (7/4/2026).

Dia mengatakan  bahwa koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memutus rantai peredaran obat terlarang, yang kini telah dijual di warung-warung dengan berbagai kedoknya. ​

Pihaknya juga membuka layanan rehabilitasi di kantor BNN setiap hari, bagi warga Kota Tegal maupun daerah sekitar seperti Brebes dan Kabupaten Tegal.

“Rata-rata yang datang ke sini adalah siswa SMP yang memang masih sangat muda usianya,” kata Kunarto, seperti dirilis tegalkota.go.id.

Ia menjelaskan bahwa untuk proses pemulihan medis bagi korban penyalahgunaan obat terlarang, dilakukan secara intensif mencakup cek urine berkala serta pendampingan psikologis agar sisa zat kimia hilang sepenuhnya.

Lebih lanjut Kunarto menyampaikan, ​pihaknya akan terus berupaya memberantas peredaran narkotika maupun obat-obatan terlarang.

Salah satunya yang dalam waktu dekat akan direalisasikan yakni kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Tegal, untuk memastikan literasi bahaya obat keras masuk dalam kegiatan belajar mengajar.

“Kita akan masukkan program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika atau IKAN supaya anak tahu bahaya obat tersebut,” kata Kepala BNN Kota Tegal.

Sementara itu Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, mengatakan modus para pengedar obat ilegal ini, sering dengan cara memberikan sampel secara gratis kepada anak, hingga mengalami ketergantungan.

Oleh karenanya, pola asuh orang tua, menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari pengaruh lingkungan.

Dia juga berpendapat, anak-anak yang kedapatan mengkonsumsi barang terlarang tersebut merupakan anak yang salah arah.

Maka dari itu Tazkiyyatul Muthmainnah meminta semua pihak jangan menghakimi mereka.

“Anak-anak tersebut mutlak salah, tetapi hanya salah arah. Di sinilah peran keluarga sangat penting, untuk memberikan perhatian, kasih sayang dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak, sebagai benteng,” ucap Mba Iin.

Ditegaskannya, bahwa penanganan saat sekarang bagi anak yang kedapatan mengkonsumsi obat terlarang adalah jangan terus memarahi, menekan hingga akhirnya semakin menjadi beban mental.

​”Peluk mereka, dekati mereka, berikan kasih sayang, dan yakinkan bahwa ini bukan akhir segalanya,” ujar Wakil Wali Kota Tegal.

​Para pelajar yang menjadi korban saat ini sedang dalam masa pemulihan dan dipastikan tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa adanya justifikasi negatif dari lingkungan sekitar.

“Kita hadir untuk melakukan pendampingan kepada mereka, memberikan pendekatan dan komunikasi yang baik. Sehingga ketika ada masalah mereka akan dengan senang hati mengutarakan, bukan memendam atau curhat pada orang yang salah,” jelas Tazkiyyatul mengenai metode asuhan.

Pemerintah Kota Tegal juga sangat mengapresiasi keberanian pihak sekolah yang secara aktif melakukan deteksi dini terhadap perilaku mencurigakan siswa-siswinya. (HS-08)

Pemkab Ajak ASN Meriahkan Puncak HUT Ke-60 Batang, dari Tari Babalu hingga Rekor Muri

Berubah, Harga Sejumlah Komoditas Bahan Pokok di Kota Pekalongan