in

Napak Tilas Satu Abad Plosokerep Meriah, Warga Menyatu dalam Sukacita

Karnaval Napak Tilas Satu Abad Desa Plosokerep, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Sabtu (1/11/2025). (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Ratusan warga tumpah ruah di halaman depan SDN Plosokerep 1, untuk mengikuti Karnaval Napak Tilas Satu Abad Desa Plosokerep, Kecamatan Karangmalang, Sabtu (1/11/2025).

Acara yang diikuti oleh 29 RT,  dengan beragam atraksi dan kostum unik ini, menjadi puncak peringatan 100 tahun berdirinya desa itu.

Kepala Desa Plosokerep, Yusron Basuki, menyampaikan karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap jejak sejarah desa.

Ia menuturkan bahwa semangat napak tilas ini berawal dari upaya menggali akar sejarah desa, hingga menemukan sosok kepala desa pertama, yang menjabat pada tahun 1925.

Menurutnya, perayaan satu abad ini sekaligus mengingatkan warga akan asal-usul desa mereka.

“Kami mencari trah-trah terdahulu dan kami temukan kades pertama Desa Plosokerep itu di tahun 1925. Maka kita rayakan silsilah Plosokerep di halaman SDN Plosokerep 1 karena dulu kantor kepala desa Plosokerep tempatnya di sini,” ujar Yusron, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarsesama warga sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap desa.

“Harapan ke depan semoga Desa Plosokerep bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain, karena mungkin di Karangmalang baru Desa Plosokerep yang menggelar kegiatan seperti ini,” kata dia.

Rangkaian karnaval berlangsung meriah dengan beragam tema kreatif yang diusung setiap RT. Mulai dari pertanian, peternakan, pendidikan, permainan tradisional, hingga parade gunungan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama.

Warga tampak antusias berebut hasil gunungan setelah parade berakhir, menambah suasana riuh penuh keceriaan di tengah sorak-sorai penonton.

Tak kalah menarik, beberapa peserta tampil dengan kostum unik dan penuh ekspresi.

Salah satunya datang dari Dukuh Klimput RT 4, yang menampilkan konsep Halloween cantik dengan jubah merah mencolok.

Salah satu peserta, Wahyu Aji Susanto, mengaku sangat antusias ikut berpartisipasi.

Ia menuturkan keikutsertaannya bukan hanya untuk tampil, tapi juga sebagai bentuk rasa bangga terhadap desanya.

“Kami mengikuti karnaval hari ini untuk ikut memeriahkan HUT Desa Plosokerep yang ke-100 tahun. Hari ini kami hadir dengan membawa pesona Halloween dengan misteri dan keanggunan,” ujarnya.

Ia juga berharap momentum ini bisa memacu semangat warga, terutama generasi muda untuk terus berprestasi.

“Harapannya semoga masyarakat Desa Plosokerep lebih maju dan sejahtera, serta menciptakan generasi muda yang gemilang dan penuh prestasi,” tambahnya.

Kemeriahan peringatan satu abad Desa Plosokerep ini tidak berhenti di karnaval saja.

Sebelumnya telah digelar pertandingan bola voli ibu-ibu antar-RT dan dilanjutkan kegiatan Khotmil Quran serta doa bersama.

Sebagai penutup, malam puncak akan diisi dengan hiburan wayang kulit jadul di halaman SDN Plosokerep 1 yang menjadi penanda sekaligus refleksi perjalanan panjang satu abad Desa Plosokerep. (HS-08)

DKD Banjarnegara Suguhkan “Novemberock 2025”, Hujan Tak Surutkan Penonton Rock Lokal

Belajar Tanpa Batas Usia, Sragen Hadirkan Sekolah Lansia