in

Musim Hujan di Pekalongan Diprediksi Mulai Oktober

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyalurkan bantuan air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan. (Foto : pekalongankab.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Pekalongan, akan terjadi pada dasarian (10 hari) pertama Oktober hingga Desember.

Berdasarkan informasi yang disampaikan bmkg.go.id, untuk sebagian  kecil  wilayah Pekalongan bagian barat, awal musim hujan akan terjadi pada dasarian II, November 2023 atau mundur 2 dasarian.

Untuk Pekalongan bagian utara, awal musim hujan akan kemungkinan akan terjadi pada dasarian pertama bulan Desember 2022 atau mundur 1 dasarian.

Untuk wilayah Pekalongan  bagian  tengah, awal musim hujan kemungkinan terjadi pada dasarian ketiga bulan November atau mundur 2 dasarian.

Adapun untuk wilayah Pekalongan  bagian  selatan dan bagian tengah, awal musim hujan kemungkinan akan terjadi pada dasarian pertama Oktober 2023 atau sama dengan periode sebelumnya.

Berdasarkan prakirakan tersebut, maka musim kemarau di Kabupaten Pekalongan kemungkinan baru akan mengalami transisi ke musim hujan, paling awal Oktober 2023.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, dampak musim kemarau tahun ini diperparah dengan adanya fenomena El Nino.

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normalnya, di Samudera Pasifik bagian tengah.

Adapun dampak dari fenomena tersebut, untuk wilayah di sekitar Samudra Hindia, termasuk Indonesia mengalami kekeringan.

Hal itu pula yang menyebabkan beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan mengalami krisis air bersih.

“Total ada 5 kecamatan dan 7 desa yang mengalami krisis air bersih, dan desa tersebut bukan merupakan desa yang langganan kriris air bersih setiap tahunnya,” kata dia, Senin (11/9/2023), seperti dirilis pekalongankab.go.id.

Lima kecamatan tersebut di antaranya, Karangdadap, Wonopringgo, Karanganyar, Paninggaran dan Kajen.

Adapun 7 desa yang mengalami kekeringan, Desa Kaligawe dan Kedungekebo di Kecamatan Karangdadap, Desa Gutomo di Kecamatan Karanganyar, Desa Gejlik dan Sambiroto di Kecamatan Kajen, Desa Lambanggelun di Kecamatan Paninggaran, serta Desa Sastrodirjan di Kecamatan Wonopringgo.

“Untuk desa yang mengalami krisis air bersih, Pemkab Pekalongan sudah membantu droping air. Total selama awal Agustus sampai sekarang sudah lebih dari 38 tanki air dan lebih dari 138 ribu liter air sudah kita distribusikan untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih,” jelasnya.

Untuk bantuan sendiri, lanjut Budi, dilakukan satu minggu dua kali dengan dua atau tiga tanki sekali mengirim bantuan tergantung kebutuhan dari masing-masing desa.

“Bagi desa yang mengalami krisis air bersih bisa mengirimkan surat ke BPBD,” ujarnya. (HS-08)

Pemalang Kekurangan ASN, Pj Sekda Minta Jajarannya Tidak Mengeluh

Kapolri Hadiri HUT TNI AL Ke-78, Tegaskan Sinergisitas TNI-Polri