HALO SEMARANG – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, menilai International Women’s Day, sebagai momen yang memiliki makna penting bagi semua kalangan.
Menurutnya momen itu merupakan wujud penghargaan dan apresiasi terhadap perempuan di seluruh dunia.
Hal itu diungkapkan Muhaimin, melalui akun Twitter DPP PKB, berkenaan dengan penyelenggaraan Women’s Day Run 10K, dalam rangka Harlah Garda Bangsa ke-24 di komplek DPR/MPR RI Senayan Jakarta.
Women’s Day Run 10K, bertajuk Equality Today For a Harmony Tomorrow, di komplek DPR RI Jakarta itu, terselenggara berkat kerja sama sejumlah pihak.
Beberapa di antaranya adalah Perempuan Bangsa, Garda Bangsa, DPR / MPR RI dengan Pertamina, BCA, BNI, BRI, Pegadaian, BTN, Pupuk Indonesia, dan sejumlah badan usaha lainnya.
“International Women’s Day ini punya makna penting sebagai wujud penghargaan dan apresiasi kita, terhadap perempuan di seluruh dunia, dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, tanpa memandang asal, etnis, bahasa, budaya, dan ekonomi serta pandangan politik,” kata Gus Muhaimin.
Peningkatan Kapasitas
Sementara itu, anggota DPR RI, Siti Mukaromah menilai upaya untuk membangun kesetaraan gender di ranah politik, perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas perempuan.
Karena itu dorongan untuk membangun kesetaraan gender, harus berasal dari pihak laki-laki dan perempuan.
“Dari para pihak laki-laki, tentunya pemahaman kesetaraan gender ini harus purna. Artinya, ketika bicara tentang kesetaraan gender, bukan hanya kepentingan dan kebutuhan, atau hanya perempuan saja yang banyak berbicara, tapi kesadaran penuh dari laki-laki juga,” kata dia, di sela acara Women’s Day Run, di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (12/3/2023).
Lanjutnya, ketika perempuan diberikan peluang untuk setara dalam politik, menurutnya hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi perempuan.
Oleh karena itu, kuota 30 persen perempuan di parlemen, diharapkan dapat diisi dengan sebaik mungkin, dengan peningkatan kapasitas dan kualitas.
“Artinya perempuan juga tidak boleh merasa ya sudah, kita sudah diberi kuota lalu santai-santai. Tidak. Tapi ketika kuota itu ada, afirmasi itu ada, maka perempuan punya kewajiban untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan juga kualitas,” tegas Anggota Komisi VI DPR RI ini.
Peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas ini menurut Politisi F-PKB itu untuk menunjukan bahwa memang perempuan layak untuk setara. Sehingga, pada saat nantinya kuota dan afirmasi tersebut sudah tidak lagi diberlakukan, perempuan sudah bisa setara.
“Maka, kita sudah bisa bicara, kita sudah bisa berkompetisi, kita sudah bisa secara politik bertarung. Itu adalah laki-laki dan perempuan setara termasuk dalam persoalan pemerintahan, politik, yudikatif, dan juga legislatif. Semuanya itu bisa menjadi setara, karena memang perempuan bisa dan mendapatkan penghargaan karena kualitas dan kapasitas,” kata dia.
Siti Mukaromah juga memandang, peringatan International Women’s Day yang setiap tahun diperingati pada 8 Maret, menjadi motivasi yang dapat menguatkan peran perempuan dalam segala lini, baik domestik maupun publik.
Dia berharap, perempuan memiliki energi untuk menjadi perempuan yang kuat dan tangguh seperti rajawali, namun tetap selembut merpati.
“Adanya peringatan International Women’s Day yang dilakukan setiap tahun sekali ini, adalah motivasi agar bagaimana perempuan bisa menjadi perempuan yang kuat, perempuan yang tangguh, perempuan yang bisa memberikan kontribusi maju untuk negaranya, dan juga mampu menciptakan kemandirian baik diri sendiri maupun untuk keluarganya,” kata dia.
Legislator Dapil Jawa Tengah VIII itu, juga mengapresiasi adanya momen peringatan International Women’s Day tersebut.
Momen ini menurutnya dapat memotivasi para perempuan, untuk bisa terus meningkatkan kualitas diri, sebagai perempuan untuk menjadi bukan hanya sebagai pelengkap.
Tetapi, perempuan yang betul-betul bisa berkontribusi dan menjadi kontributor dalam pembangunan bangsa dan juga dalam meningkatkan harkat serta martabat perempuan dan juga tentunya bagi keluarganya.
“Kita ingin bahwa dengan adanya International Women’s Day ini, perempuan-perempuan bisa menjadi perempuan yang kuat dan tangguh sebagaimana perempuan itu tangguh seperti kuat dan tangguhnya rajawali akan tetapi perempuan tetap selembut merpati, itu yang menjadi energi kita semuanya,” tutur Anggota Komisi VI ini.
Dia menilai pelaksanaan kegiatan Women’s Day Run, yang diikuti oleh kurang lebih 3.700 orang, terdiri atas laki-laki dan perempuan, menjadi bukti ketangguhan perempuan Indonesia.
Para lelaki di Garda Bangsa, serta keluarga besar PKB, secara kompak juga dapat memberikan support secara penuh kepada perempuan. (HS-08)