HALO SEMARANG – Dua sepeda motor skuter, biru dan merah, yang dipampang di stan pameran Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, nampaknya menjadi salah satu magnet bagi pengunjung Pameran Dev-X, di Jakarta Convention Center (JCC), yang dibuka Jumat (5/1/2024) oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas.
Kedua kendaraan hasil karya siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandar Lampung itu, memang tampil beda dibanding stand lain.
Terlebih dua skuter tersebut telah mengikuti perkembangan teknologi terkini, yaitu tidak digerakkan dengan bahan bakar bensin, melainkan energi listrik.
Adalah Fuzi Nur Ilahi dan M. Angga Yulizar, siswa kelas 12 MAN 2 Bandar Lampung, yang berhasil merakit motor listrik ini.
Keduanya terlihat sibuk menjelaskan kepada pengunjung tentang kedua kendaraan rakitannya itu.
Fuzi dan Angga menjelaskan bahwa ide pembuatan motor listrik ini, berawal dari adanya program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik.
“Kebetulan madrasah kami adalah madrasah keterampilan. Kami dan tim punya ide untuk mengubah vespa berbahan bakar minyak, menjadi berbahan listrik. Pilihannya vespa karena barang bekasnya cukup banyak,” kata Fuzi, di Jakarta, Jumat (5/1/2024).
Dua motor Vespa yang dipamerkan merupakan hasil praktik siswa MAN 2 Bandar Lampung dengan spesifikasi yang berbeda. Vespa dengan warna biru menggunakan aki kering 12 V, 20.2 AH, dengan motor penggerak berdaya 1.500 watt. Sementara Vespa dengan warna merah menggunakan baterai lithium-ion dengan motor berdaya 3.000 watt, setara dengan kekuatan motor Tiger. Untuk pengisian baterai bisa sampai 4 jam dan bisa menempuh jarak sekitar 100 km.
Guru Keterampilan MAN 2 Bandar Lampung, Abdullah, yang ikut mendampingi Fuzi dan Angga juga menjelaskan bahwa pengerjaan vespa BBM menjadi listrik ini, untuk mesinnya bisa memakan waktu 2-3 hari. Sedangkan pengerjaan rangkanya bisa sampai 2 minggu.
Abdullah mengaku banyak pihak yang tertarik untuk membeli. Namun, hasil praktik siswa MAN 3 Bandar Lampung ini memang tidak diperjualbelikan. Biaya pengerjaan motor vespa ini diperkirakan habis sekitar Rp 40 juta.
“Jika dikerjakan secara massal, mungkin harganya bisa lebih murah lagi,” kata Abdullah. (HS-08)