HALO KENDAL – Pemantauan Rukyatul Hilal dengan menggunakan empat teleskop, yang salah satunya teleskop robotik di Pelabuhan Kendal, Rabu (22/3/2023) hingga pukul 18.15 WIB, tidak satupun dari tim pemantau yang melihat hilal.
“Sampai pukul 18.15 WIB hilal belum dapat terlihat. Karena posisi hilal tertutup awan,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kendal, Mahrus.
Kegiatan pemantauan hilal juga disaksikan pejabat Pemerintah Kabupaten Kendal dan dari perwakilan unsur ormas Islam.
Dijelaskan, rukyatul hilal dilakukan pihaknya bersama Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Kendal, bekerja sama dengan Tim Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang, untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“Kegiatan juga disaksikan Kepala Pengadilan Agama, ketua ormas-ormas keagamaan yang ada di Kendal, juga dihadiri Forkopimda Kendal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mahrus menambahkan, pelaksanaan rukyatul hilal sengaja dilakukan pihaknya di Pelabuhan Kendal, karena dia menilai bahwa lokasinya sangat representatif.
“Di pelabuhan ini lokasinya menjorok. Di sini tempat pemantauan hilal paling representatif yang ada di Kabupaten Kendal,” imbuhnya.
Meski titik pemantauan di Pelabuhan Kendal tidak terlihat hilal, namun menurut Mahrus, di tempat lain sudah terdapat informasi bahwa hilal jelas terlihat.
“Seperti di Universitas Muhammadiyah Makassar, Donggala, Sulawesi Tengah, serta di Condrodipo, Gresik, Jawa Timur. Untuk satu Ramadan, kita mengikuti pemerintah, yaitu hari Kamis (23/3/2023),” pungkasnya.(HS)