in

Mendukung Petani Milenial, Urban Farming di Semarang Kian Berkembang dengan Benih Berkualitas

Pengunjung menunjukan hasil panen buah yang berkualitas di stand Cap Panah Merah, yaitu komoditas Semangka jenis Dewangga dan Labu Madu, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Dalam mendukung tren petani milenial dan hobi berkebun yang semakin populer, urban farming di Kota Semarang kini berfokus pada penciptaan benih berkualitas dan penyediaan berbagai pilihan varietas. Selain memudahkan akses ke benih yang tersedia di pasaran, para petani milenial juga dapat menyesuaikan pilihan benih dengan kriteria yang dibutuhkan. Sejumlah komunitas dan kelompok tani di Semarang telah membuktikan bahwa dengan memanfaatkan benih berkualitas, mereka berhasil panen beragam komoditas pertanian, mulai dari bahan pangan, sayur-mayur, hingga buah-buahan.

Arief Budiman, Corporate Communications East West Seed Cap Panah Merah (Arwindo), menjelaskan bahwa tren petani milenial di kawasan perkotaan, khususnya Semarang, kini cenderung mengarah pada penanaman komoditas buah-buahan, di samping tanaman pangan seperti kacang panjang, bawang merah, dan cabai. “Pasar segmen atas menunjukkan permintaan yang cukup baik, sehingga faktor nilai ekonomi menjadi daya tarik bagi petani untuk fokus pada produk buah-buahan,” ungkapnya saat ditemui di acara pembukaan Semarang Agro Expo (SAE) di Balai Benih Pertanian (BPP), Kecamatan Mijen, Jumat (15/11/2024).

Arief menambahkan bahwa produk buah-buahan berkualitas dan eksklusif terlihat dari tampilan dan rasa. “Ukuran buah mungkin bervariasi, tetapi memiliki rasa yang unik dibandingkan produk lainnya. Misalnya, Melon Alisha yang dapat dipanen dengan berat lebih dari 1-2 kilogram per buah, dengan daging yang renyah dan rasa manis yang lebih terasa,” imbuhnya.

Dalam hal perawatan, Arief melanjutkan bahwa budidaya tanaman buah dan sayur dapat dilakukan di lahan terbatas, bahkan di pekarangan rumah. “Metode hidroponik atau penggunaan polybag dapat dilakukan untuk efisiensi dan pengurangan biaya operasional, sekaligus menambah nilai karena benih yang digunakan adalah varietas unggul,” paparnya.

“Selain itu, banyak petani yang mulai memanfaatkan teknologi modern, seperti sistem penyiraman otomatis, sehingga tidak lagi bergantung pada cara konvensional,” tambahnya.

Arief juga menyoroti manfaat kesehatan dari konsumsi buah berkualitas. Contohnya, Madu Labu yang baik untuk membantu MPASI (Makanan Pendamping ASI), menawarkan tekstur lembut dan rasa manis alami bagi bayi yang mulai mencoba makanan padat. “Keunggulan produk ini adalah dapat disimpan di suhu kering hingga bertahan selama 3 bulan,” pungkasnya.

Dengan upaya ini, diharapkan urban farming di Semarang dapat terus berkembang, memberikan manfaat bagi petani milenial, serta memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk pertanian berkualitas.(HS)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (17/11/2024)

Kiai dan Ulama Sepakat Dukung Yoyok-Joss di Pilwakot Semarang, KH Fadholan Musyafa’: Hukumnya Wajib