in

Melestarikan Bahasa Jawa Dengan Belajar, Dolanan, dan Nembang

HALO SEMARANG – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Mereka berupaya melestarikan bahasa dan budaya Jawa, dengan mengajak anak usia dini dolanan (bermain), nembang (tembang), dan sinau (belajar).

“Pada program pengabdian masyarakat KKN Unnes Giat 6 ini, kami membuat program pelestarian bahasa dengan dolanan, tembang, lan sinau. Ini benar-benar membuat anak usia dini tertarik dengan bahasa Jawa,” kata mahasiswa KKN Unnes, Ayu Indri Listriani.

Menurut dia, tim KKN Unnes berupaya menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan bersahabat. Harapannya, anak-anak dapat dengan mudah mengingat semua pelajaran.

“Tujuan proyek ini untuk melestarikan bahasa dan budaya Jawa melalui keterlibatan komunitas mereka sendiri. Sekaligus memberdayakan anak-anak usia dini untuk belajar, membaca, dan menulis bahasa Jawa,” ungkapnya.

Ayu menjelaskan, Bahasa Jawa merupakan bahasa ibu dengan penutur terbanyak di Indonesia. Bahasa ini perlu dilestarikan, karena unsur utama dalam suatu kebudayaan. Sebagaimana Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 57 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa. Pada ayat 10 disebutkan, perlindungan bahasa ibu dilakukan melalui proses komunikasi dan interaksi sehari-hari sesuai dengan kaidah Jawa, etika, dan sopan santun.

Berdasarkan penelitian, kata dia, unggah-ungguh dapat diartikan sebagai petunjuk dalam bahasa Jawa untuk mengatur seseorang berkomunikasi. Termasuk menggunakan susunan bahasa yang santun.

Saat ini anak-anak mulai meninggalkan bahasa ibunya, Bahasa Jawa menuju bahasa nasional, Indonesia. Situasi ini membuat tim KKN berupaya mendidik semua anak untuk terus melestarikan Bahasa Jawa.(HS)

Bawaslu Jawa Tengah: Pengadaan dan Distribusi Logistik Pemilu Perlu Diawasi Ketat

Rampung Dibangun, Dewan Minta Akses Jalan Palir-Kaliancar Segera Dibuka