HALO SEMARANG – DPRD Kota Semarang meminta pemerintah kota bertindak cepat menangani bencana tanah longsor yang terjadi di Jalan Delikrejo RT 5 / RW 11 Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang.
Diharapkan pemerintah kota segera membangun talut dan memberikan bantuan kepada tiga warga yang rumahnya tertimpa material longsor. Pemerintah kota bisa menggunakan dana perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Hal tersebut disampaikan Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Semarang, Bambang Sri Wibowo, saat meninjau lokasi bencana longsor di Kelurahan Tandang, Kamis (20/1/2022).
Dikatakan Bambang, setelah pihaknya melakukan pengecekan ke lokasi bencana tanah longsor, pemerintah kota perlu melakukan langkah antisipasi longsor susulan.
“Langkah antisipasi longsor susulan perlu dilakukan dengan cepat seperti membangunkan talut atau penahan tebing yang rawan longsor,” katanya.
Sementara untuk rumah warga yang rusak, dia mengatakan bisa dibantu dengan anggaran perbaikan yang diambil dari program RTLH. “Nanti rumahnya akan dibantu dengan anggaran RTLH,” jelasnya
Seperti diketahui, longsor terjadi di RT 5 / RW 11 Kelurahan Tandang, pada Rabu (19/1/2022) sekira pukul 19.00 WIB. Tebing setinggi lima meter dan panjang 10 meter ambrol, dan material longsorannya menimbun tiga rumah warga milik Winarno, Widodo dan Salmi.
Dari kejadian tersebut, seorang warga bernama Andika Dewa Pratama (14) meninggal dunia, setelah sempat dirawat di rumah sakit.
Untuk antisipasi longsor susulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang dan relawan sementara menutup tebing dengan menggunakan terpal. Selain itu petugas juga memotong pohon yang rawan roboh di dekat lokasi tanah longsor.
Kepala BPBD Kota Semarang, A. Rudiyanto mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Disperkrim untuk penanganan longsor tersebut. Menurut dia, melihat kondisi tebing, sepertinya tidak memungkinkan jika dibangun talut, melainkan lebih tepat jika dibuatkan bronjong. (HS-06)