in

Loloskan Delapan Pebalap di PON Papua, IMI Jateng Ingin Ulang Sukses di PON Palembang

Kualifikasi cabor balap motor road race PON XX di Sirkuit Sentul Kecil Bogor pada 11-12 September 2019 lalu. (foto dokumen IMI Jateng).

 

HALO SEMARANG – Dalam persiapan menghadapi PON Papua 2020, Pengprov IMI Jateng ingin mengulang kesuksesan di PON Palembang 2004, yang mampu menyabet juara umum dengan dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Maka untuk itu IMI Jateng menargetkan dua medali emas untuk cabor balap motor pada PON XX/Papua 2020 mendatang. Dengan delapan pebalap motor terbaik yang telah memastikan lolos PON Papua, Jateng ingin merajai semua kelas yang dipertandingkan, baik di kelas road race maupun motocross.

Empat pebalap road race, dan empat crosser Jateng terus dipersiapkan agar mampu meralisasikan target tersebut.

Ketua Harian Pengprov IMI Jateng, Murjenah mengatakan, pihaknya saat ini terus menggodok kemampuan para pebalap agar bisa merealisasikan target dua emas di PON Papua.

“PON XX Papua 2020 saatnya balap motor Jateng harus bangkit. Pada PON Palembang 2004, Jateng pernah berjaya menjadi juara umum, dengan raihan dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Tapi pada PON berikutnya di Kaltim turun hanya satu emas, satu perak, dan PON-PON berikutnya prestasi menurun,” kata Murjenah di Gedung IMI Jateng Kompleks Stadion Jatidiri Semarang, Senin (27/1/2020).

Pada babak kualifikasi cabor balap motor road race PON XX di Sirkuit Sentul Kecil Bogor pada 11-12 September 2019 dan motocross di Sirkuit Tembong Jaya, Serang Banten pada 14-15 September 2019, IMI Jateng mampu meloloskan atletnya di semua kelas yang dipertandingkan di PON Papua nanti.

“Meski nantinya hanya delapan pebalap yang akan bertanding di PON Papua, namun saat ini kami tetap mempersiapkan 12 pebalap. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada pebalap kami yang tak bisa dimainkan,” katanya.

Untuk PON XX Papua 2020, cabor balap motor memperebutkan empat medali emas yang terdiri dari empat nomor road race yaitu bebek standar 150 cc (perorangan, beregu) usia di atas 21 tahun, bebek standar 150 cc (perorangan, beregu) usia di bawah 21 tahun.

Sedangkan empat medali emas diperebutkan di empat nomor motocross yaitu kelas mx 125 cc (perorangan, beregu) usia di bawah 17 tahun, dan kelas mx 250 cc (perorangan, beregu) usia di atas 17 tahun.

“Pebalap kami yang ditargetkan meraih medali di antaranya Aditya Prakoso, Wahyu Nugroho, M Erfin (bebek perorangan, beregu), Asep Lukman Efendi, Dzaif Arkhan Madani, Edi Ariyanto, dan Rizki Hanif Kusparwanto (motocross perorangan, beregu),” katanya.

Ditambahkan, pada pelaksanaan IMI Award dan Rakernas IMI di Jakarta (18-19/1/2019) lalu, sebanyak 15 atlet balap motor dan mobil IMI Jateng juga memperoleh penghargaan dari IMI pusat.

“Mereka yang mendapatkan penghargaan di antaranya pebalap mobil Rio Haryanto, Diptya Oktadewa, dan Chandra Hadiqadriman. Sedangkan di balap motor ada Rizki Hanif Kusparwanto, Edi Ariyanto, dan Inggil Bernadiktus. Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi IMI Jateng,” tandasnya.(HS)

Konsep Omnibus Law Pemerintah Pusat Diharap Tak Mengorbankan Tenaga Kerja

Di Tri Lomba Juang Kini Ada Alat Fitnes yang Bisa Digunakan Secara Gratis untuk Warga